Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024

Cerita Kautsar yang Berhasil Berangkat Umrah dengan First Travel

Kompas.com - 27/08/2017, 08:53 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Di balik banyaknya calon jemaah yang gagal diberangkatkan umrah oleh First Travel, namun tak sedikit pula yang berhasil menunaikan ibadah umrah melalui biro perjalanan tersebut.

Salah satu jemaah yang beruntung itu adalah Kautsar (31). Dia berangkat umrah pada bulan Februari 2017 bersama istri, kedua orang tua, kakek, nenek, adik ipar, dan pamannya. Mereka berangkat dengan menggunakan paket promo umrah sekitar Rp 14 juta tiap orangnya.

Biaya tersebut sudah dilunasi sejak tahun 2016. Kautsar tak merasa curiga ketika memilih First Travel untuk memberangkatkan dirinya bersama keluarga ibadah umrah.

"Soalnya mertua sudah pernah pakai (First Travel). Nah itu beberapa kali (mertua) berangkat (umrah) pakai First Travel enggak ada masalah," kata Kautsar, kepada Kompas.com, Sabtu (26/8/2017).

Dengan biaya sekitar Rp 14 juta tersebut, jemaah berangkat dan pulang umrah menggunakan pesawat maskapai Emirates. Kemudian mereka tinggal di hotel bintang 5, makan 3 kali sehari, tiap kamar diisi 5 orang, ziarah ke situs bersejarah, transportasi Mekah-Madinah, bahan seragam, koper, dan air zam-zam. Hotelnya pun terletak di dekat Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

Banyak Keanehan

Kautsar mulai was-was ketika First Travel tak memberi tahu pasti mengenai jadwal keberangkatan mereka.

Keanehan mulai muncul. Pada tahun 2016, First Travel memberitahu mereka akan berangkat pada tahun 2017, namun bulannya belum pasti. Kemudian pada Desember 2016, First Travel mengumumkan calon jemaah dapat berangkat antara bulan Januari-April 2017.

"Tiba-tiba dadakan, tanggal 17 Februari berangkat umrah. Dikasih tahunya (sama First Travel) Februari awal, cuma selang seminggu dari keberangkatan," kata pegawai swasta yang bekerja di daerah Jakarta Selatan tersebut.

Beruntung, kantor tempat Kautsar bekerja, mengizinkannya untuk mengambil cuti umrah. Keanehan lainnya, ketika naik pesawat. Kautsar dan anggota keluarganya tak ada yang duduk berdekatan. Mereka terpisah jauh dan duduk bersama calon jemaah lain.

Padahal, lanjut dia, seharusnya jika check in bersamaan, posisi duduk mereka berdekatan.

Sama halnya ketika menginap di hotel, Kautsar dan keluarganya awalnya terpisah tidur di kamar yang berbeda. Namun, pada akhirnya mereka dapat tidur satu kamar berbarengan.

Dengan kapasitas 1 kamar untuk 5 orang. Selama beribadah umrah, Kautsar bersyukur tak ada permasalahan yang dialami oleh dirinya dan keluarganya. Pelayanan yang diberikan muthawif atau pendamping umrah, kata dia, juga sangat baik.

Ketika ada barang anggota keluarga mereka yang hilang, muthawif membantu mencarikannya. Begitu pula ketika ada seseorang dalam rombongan yang hilang, muthawif yang berkeliling masjid untuk mencari orang tersebut.

"Di sana alhamdulillah pelayanannya bagus. Enggak ada (jemaah) yang kecewa sama sekali," kata ayah seorang anak tersebut.

Nenek Tak Berangkat

Ternyata, ada salah seorang dalam rombongannya yang tak diberangkatkan umrah oleh First Travel. Dia adalah nenek Kautsar yang berada di Lampung. Padahal, neneknya mendaftar dan membayar bersamaan dengan anggota rombongan lainnya.

 

Hanya saja, sang nenek sempat terlambat memberikan satu kekurangan dokumen persyaratan umrah. Selain telah membayar lunas, sang nenek juga telah membayar tambahan biaya sebesar Rp 2,5 juta.

First Travel sempat meminta biaya tambahan kepada sang nenek dengan iming-iming janji dapat diberangkatkan umrah. Hingga kini, sang nenek tak juga berangkat umrah. Kautsar belum mengetahui, apakah sang nenek juga akan melaporkan nasibnya kepada Bareskrim Mabes Polri.

Kautsar mengaku kaget melihat banyaknya calon jemaah yang ternyata tak diberangkatkan umrah oleh First Travel.

Awalnya, Kautsar sempat berpikir pihak-pihak yang memprotes First Travel karena terhambatnya proses administrasi umrah mereka. Seperti contohnya, tertahannya visa di Kementerian Agama.

"Memang dengar-dengar saat kami pulang (umrah) akhir Februari, setelah itu banyak calon jemaah enggak berangkat (umrah). Salah satunya ya nenek saya dari Lampung," kata Kautsar.

Selain rasa syukur karena dapat umrah, ada pula perasaan tak enak yang berkecamuk di benak Kautsar. Terlebih setelah dia melihat banyak korban yang telah menabung puluhan tahun demi berangkat umrah.

Selain itu, ia mengaku tak mengetahui sama sekali mengenai kabar pembayaran umrah First Travel.

Biro perjalanan yang dipimpin Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan itu disebut-sebut menyubsidi jamaah dan merekrut jamaah baru untuk membiayai serta memberangkatkan jamaah yang sudah bayar terlebih dahulu. Oleh karena itu, First Travel mematok biaya umrah dengan harga murah, sebesar Rp 14,3 juta.

Sementara itu, biaya umrah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama sekitar Rp 21 juta-Rp 22 juta.

"Saya sama sekali tidak tahu skema itu. Mudah-mudahan (calon jemaah) yang belum berangkat (umrah) hak mereka bisa balik, apakah diberangkatkan dengan fasilitas yang sama atau refund uang yang sudah dibayarkan," kata Kautsar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah: Ketersediaan Pangan Cukup sampai Hari Ini, Harga Masih Terkendali

Pemerintah: Ketersediaan Pangan Cukup sampai Hari Ini, Harga Masih Terkendali

Whats New
Garuda Pastikan Harga Tiket Pesawat Tak Naik saat Libur Lebaran 2023

Garuda Pastikan Harga Tiket Pesawat Tak Naik saat Libur Lebaran 2023

Whats New
Marak Pungli Bea Cukai ke Pengusaha Jepang Bikin Soeharto Naik Pitam

Marak Pungli Bea Cukai ke Pengusaha Jepang Bikin Soeharto Naik Pitam

Whats New
Jaga Stok Jelang Lebaran, Pemerintah Bakal Impor 215.000 Ton Gula

Jaga Stok Jelang Lebaran, Pemerintah Bakal Impor 215.000 Ton Gula

Rilis
Sudah Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 50

Sudah Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 50

Whats New
Kemenhub Temukan Tiket Pesawat Dijual Kemahalan, Maskapai Dikenai Sanksi

Kemenhub Temukan Tiket Pesawat Dijual Kemahalan, Maskapai Dikenai Sanksi

Whats New
Intip Gaji Benaia, Pemuda Kendari yang Lulus Jadi Tentara AS

Intip Gaji Benaia, Pemuda Kendari yang Lulus Jadi Tentara AS

Work Smart
Tips Mengelola Keuangan Selama Ramadhan untuk Keluarga dengan Anggaran Terbatas

Tips Mengelola Keuangan Selama Ramadhan untuk Keluarga dengan Anggaran Terbatas

Earn Smart
Pemerintah Bakal Bangun Kereta Api di IKN, Simak Bocorannya

Pemerintah Bakal Bangun Kereta Api di IKN, Simak Bocorannya

Whats New
Pemerintah Prediksi Tol Cipali Paling Rawan Macet Saat Mudik Lebaran 2023

Pemerintah Prediksi Tol Cipali Paling Rawan Macet Saat Mudik Lebaran 2023

Whats New
Bandara VIP di IKN Mulai Dibangun Mei atau Juni 2023

Bandara VIP di IKN Mulai Dibangun Mei atau Juni 2023

Whats New
KAI Services Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA, Simak Persyaratannya

KAI Services Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA, Simak Persyaratannya

Work Smart
Pemerintah Kaji Wacana Tiket Kapal Penyeberangan Lebih Murah Jika Dibeli dari Aplikasi

Pemerintah Kaji Wacana Tiket Kapal Penyeberangan Lebih Murah Jika Dibeli dari Aplikasi

Whats New
21 Pegawai Bea Cukai Terbukti Lakukan Pelanggaran Registrasi IMEI

21 Pegawai Bea Cukai Terbukti Lakukan Pelanggaran Registrasi IMEI

Whats New
Nilai Investasi Proyek TOD MRT Jakarta Capai Rp 1,5 Triliun di 2022

Nilai Investasi Proyek TOD MRT Jakarta Capai Rp 1,5 Triliun di 2022

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+