Dewan Susu Desak Industri Serap Produksi Peternak Lokal

Kompas.com - 27/08/2017, 15:56 WIB
Salah seorang peternak sapi perah di Desa Panditan, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur saat memberi makan ternaknya, Kamis (14/4/2016)KOMPAS.com / Andi Hartik Salah seorang peternak sapi perah di Desa Panditan, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur saat memberi makan ternaknya, Kamis (14/4/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com – Dewan Persusuan Nasional (DPN) meminta industri pengolahan susu dalam negeri agar menyerap produksi sekaligus mendorong peningkatan kualitas susu sapi perah lokal.

Langkah ini diperlukan agar kuantitas sapi perah di dalam negeri tidak terus berkurang. DPN juga meminta pemerintah segera menerbitkan Peraturan Presiden untuk memperkuat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2017 Tentang Penyediaan dan Peredaran Susu dan Rancangan Peraturan Menteri Perindustrian Tentang Industri Susu yang sedang disusun.

Teguh Boediyana, Ketua Dewan Persusuan Nasional menilai hal tersebut akan mampu mendorong bisnis persusuan domestik untuk lebih bergairah. Menurutnya, saat ini produksi susu dari peternak lokal hanya sebesar 18 persen dari total kebutuhan nasional 4,45 juta ton per tahun.

"Sekitar 82 persen kebutuhan susu dipenuhi dengan impor," ungkap Teguh melalui keterangan resmi, Minggu (27/8/2017).

Kecilnya produksi susu peternak lokal akibat tidak adanya kewajiban industri untuk menyerap produksi susu lokal dan menjadi penyebab kemunduran sektor peternakan sapi perah di Indonesia. Padahal, sampai tahun 1985 pemerintah Indonesia mewajibkan industri pengolahan susu menyerap produksi peternak sapi perah lokal.

"Kewajiban inilah yang membuat bisnis persusuan di Indonesia kala itu bergairah. Bahkan, sampai era 1990-an, produksi peternak sapi lokal mampu memenuhi hingga 50 persen kebutuhan susu nasional," kata Teguh.

Menurut Teguh, kewajiban industri menyerap susu lokal dan upaya meningkatkan kualitasnya akan menciptakan persamaan hak dan kewajiban di antara semua pihak.

Selama ini, industri pengolahan susu terbagi menjadi dua jenis yaitu mereka yang menyerap susu peternak lokal dan mereka yang hanya mengemas ulang susu impor.

Data Gabungan Koperasi Susu Seluruh Indonesia (GKSI) mencatat dalam empat tahun terakhir jumlah populasi sapi perah di Indonesia terus turun.

Sampai 2016, jumlah populasi sapi tercatat 291.183 ekor, jauh berkurang dibandingka 2013 sebanyak 438.745 ekor. Angka ini juga sejalan dengan penurunan jumlah peternak di Indonesia.

Pada 2016, jumlah peternak yang tergabung dalam koperasi mencapai 96.355 orang, turun dibandingkan 2013 sebanyak 102.726 orang.



EditorBambang Priyo Jatmiko

Close Ads X