Shell Siap Pasok BBM Euro 4 di Indonesia

Kompas.com - 28/08/2017, 21:02 WIB
Konfrensi pers PT Shell Indonesia di Darmawangsa, Jakarta, Senin (28/8/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOKonfrensi pers PT Shell Indonesia di Darmawangsa, Jakarta, Senin (28/8/2017).
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai salah satu pemain dalam industri energi di Indonesia, PT Shell Indonesia menyatakan siap terkait rencana pemerintah dalam menerapkan bahan bakar minyak ( BBM) berstandar Euro 4 di Indonesia pada 2018 mendatang.

"Kami mendukung masuknya Euro 4. Kami siap untuk menyediakan BBM atau bensin (standar Euro 4)," ungkap Direktur Ritel dan Cluster General Manager Ritel Indonesia, Singapura, dan Hongkong Shell Indonesia Wahyu Indrawanto di Dharmawangsa, Jakarta, Senin (28/8/2017).

Menurut Wahyu, PT Shell Indonesia tidak akan mengalami kesulitan dalam menghadirkan produk BBM berstandar Euro 4 di Indonesia dan tinggal mempersiapkan penyaluran pasokan BBM Euro 4 dari kilang yang berada di Singapura.

"Kami tinggal menyiapkan stok, suplai, dan logistiknya. Harapannya perbedaan harga tidak terlalu banyak," kata Wahyu. (Baca: Shell Luncurkan Bahan Bakar Generasi Baru di Indonesia)

Selain mengaku siap menyediakan BBM Euro 4 di Indonesia, PT Shell Indonesia juga akan menyiapkan pelumas yang sesuai dengan standar Euro 4. Direktur Pelumas PT Shell Indonesia Dian Andyasuri menyatakan, pihaknya siap menjadi mitra dengan pemerintah dan pelaku industri dalam menyediakan pelumas Euro 4.

"Kami mendukung transisi ke standar yang lebih tinggi agar makin clean. Kami sudah sangat siap berpartner dengan pemerintah dan manufaktur (pelaku industri otomotif) untuk melubrikasi standar Euro 4," jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menyatakan produsen mobil sudah siap menerapkan teknologi berbahan bakar standar Euro 4 untuk tahun 2018 mendatang. Sejak 2005 hingga saat ini, Indonesia masih bertahan dengan standar gas buang Euro 2. Sedangkan sejumlah produsen mobil dan beberapa negara sudah beralih ke standar bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, terkait dengan rencana pemerintah untuk mengembangkan mobil listrik, Shell Indonesia mengatakan belum berencana membangun stasiun penyedia daya listrik di Indonesia.

Direktur Ritel PT Shell Indonesia dan Cluster GM Ritel Indonesia, Singapura, Hongkong, Wahyu Indrawanto mengatakan, peralihan energi yang lebih ramah lingkungan pasti akan terjadi di Indonesia dan kendaraan listrik juga akan mewarnai industri otomotif di Indonesia. "Sementara kami belum punya rencana ke situ," ujar Wahyu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X