China Bentuk Perusahaan Listrik Terbesar di Dunia

Kompas.com - 29/08/2017, 11:09 WIB
|
EditorAprillia Ika

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China di bawah Presiden Xi Jinping telah menyetujui merger produsen batu bara terbesar di negara itu, Shenhua Group Corp dengan China Guodian Corp, perusahaan generator listrik terbesar pula. Hal ini diumumkan oleh Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset China.

Mengutip Bloomberg, Selasa (29/8/2017), merger tersebut akan membentuk perusahaan listrik terbesar kedua di dunia dari sisi pendapatan dan yang terbesar dalam hal kapasitas terpasang. Asetnya mencapai 1,8 triliun yuan atau 271 miliar dollar AS.

Merger ini menjadi salah satu upaya pemerintah China untuk memangkas kelebihan kapasitas industri dan jumlah BUMN. Kabar merger ini pun sudah menjadi spekulasi selama berbulan-bulan.

"Banyak orang sudah menantikan ini. Hal ini mengonfirmasi arah reformasi bUMN, di mana perusahaan yang bergerak di industri yang sama digabung untuk mengurangi investasi yang bertubrukan dan memperbaiki efisiensi," kata Tian Miao, analis senior di Sung Hung Kai Financial Ltd.

(Baca: Minyak Indonesia Habis 12 Tahun Lagi, Krisis Mengintai Anak dan Cucu)

 

Perusahaan baru tersebut kabarnya akan bernama National Energy Investment Corp dan bakal memiliki kapasitas terpasang mencapai lebih dari 225 gigawatt.

Dengan merger, Shenhua akan dapat menurunkan ketergantungannya pada kapasitas berdasarkan batu bara.

Sementara itu, Guodian akan diuntungkan oleh pasokan batu bara Shenhua dan manajemen risiko harga. Selain itu, Guodian juga dapat memanfaatkan infrastruktur jalur kereta api, pelabuhan, dan kapal yang terintegrasi.

Pemerintah China juga berencana untuk menurunkan ketergantungan pada tenaga listrik tenaga batu bara dan meningkatkan penggunaan gas bumi, termasuk pembangkit listrik tenaga angin, surya, air, dan nuklir.

Pemerintah juga mencari cara untuk menggabungkan generator listrik tenaga nuklir menjadi paduan megamerger.

"Tujuan utamanya adalah untuk membentuk perusahaan-perusahaan energi lebih besar yang dapat terlindung dari risiko pasar antara batu bara dan listrik," ujar Frank Yu, analis di Wood Mackenzie Ltd.

Tujuan lain adalah China dapat menjual teknologi nuklir perusahaan itu atau teknologi listrik tenaga batu bara ke negara-negara berkembang di Asia, imbuh Yu.

Kompas TV Pemerintah Tiongkok Blokir Sebagian Fitur Whatsapp
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Whats New
Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Rilis
Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Whats New
Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

Whats New
Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya

Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya

Earn Smart
7 Cara Membuat CV Lamaran Kerja secara Online, Mudah dan Gratis

7 Cara Membuat CV Lamaran Kerja secara Online, Mudah dan Gratis

Work Smart
Bahlil Sebut Siap-Siap Jika Harga BBM Naik, Ini Kata Sri Mulyani

Bahlil Sebut Siap-Siap Jika Harga BBM Naik, Ini Kata Sri Mulyani

Whats New
Indofood Dukung Bahan Baku Lokal untuk Mi Instan

Indofood Dukung Bahan Baku Lokal untuk Mi Instan

Rilis
Dukung Transformasi Digital, FiberStar dan Huawei Gelar Technofeast

Dukung Transformasi Digital, FiberStar dan Huawei Gelar Technofeast

Rilis
Perkecil Backlog Rumah di RI, Ini Saran Ekonom untuk Pemerintah

Perkecil Backlog Rumah di RI, Ini Saran Ekonom untuk Pemerintah

Whats New
Seputar Masa Percobaan Kerja: Aturan, Upah, dan Batas Waktunya

Seputar Masa Percobaan Kerja: Aturan, Upah, dan Batas Waktunya

Work Smart
Ada Perbaikan di Tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

Ada Perbaikan di Tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

Whats New
Ingin Hemat Beli Kuota Internet? Simak Promo dari GoPay Satu Ini

Ingin Hemat Beli Kuota Internet? Simak Promo dari GoPay Satu Ini

Spend Smart
Kapan PMN Untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cair? Ini Jawaban Kemenkeu

Kapan PMN Untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cair? Ini Jawaban Kemenkeu

Whats New
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 990.000 per Gram

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 990.000 per Gram

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.