Kesejahteraan Masyarakat Indonesia dari Sisi Kesehatan Menurun

Kompas.com - 29/08/2017, 18:11 WIB
Presiden Direktur PT Asuransi Cigna Indonesia Herlin Sutanto bersama Chief Marketing Officer Cigna Indonesia Ben Furneaux menjelaskan tentang hasil Survei Skor Kesejahteraan 360 di Indonesia, di Jakarta, Selasa (29/8). dok cignaPresiden Direktur PT Asuransi Cigna Indonesia Herlin Sutanto bersama Chief Marketing Officer Cigna Indonesia Ben Furneaux menjelaskan tentang hasil Survei Skor Kesejahteraan 360 di Indonesia, di Jakarta, Selasa (29/8).
EditorMuhammad Fajar Marta

“Sejak survei ini dilakukan pertama kali di Indonesia pada 2015, kondisi keuangan masih menjadi tantangan utama masyarakat Indonesia. Skor finansial masih menempati urutan terbawah dibandingkan aspek kesejahteraan lainnya seperti pekerjaan dan kesejahteraan sosial,” tutur Herlin.

Menurut dia, tantangan itulah yang kemudian menjadi alasan utama mengapa mayoritas responden semakin tidak percaya diri dalam menjamin kesehatan dan kesejahteraan keluarga mereka.

Survei itu menunjukkan, hanya 24 persen responden yang bisa memenuhi kebutuhan kesehatan keluarganya, dan hanya 21 persen yang bisa membantu kondisi keuangan orang tuanya.

Herlin menilai, pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen ternyata tidak meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menjamin kesehatan keluarganya.

Ekonomi memang tumbuh, tetapi kebutuhan finansial juga meningkat. Selain itu, biaya kesehatan terus naik, begitu juga kebutuhan finansial untuk pendidikan anak.

Dua generasi

Chief Marketing Officer Cigna Indonesia Ben Furneaux memaparkan, meskipun jumlah masyarakat usia produktif di Indonesia cukup besar, banyak di antara mereka yang terjebak dalam kondisi “generasi sandwich”.

Generasi ini memandang, begitu memasuki usia produktif, anak-anak harus menyokong hidup orang tua mereka secara finansial. Sayangnya, kata Furneaux, saat mereka melakukan hal itu, mereka juga harus membiayai hidup keluarga mereka. Ini yang menyebabkan mereka terjebak di antara dua generasi.

“Masyarakat Indonesia diliputi kekhawatiran tidak bisa menjamin kesehatan dan kesejahteraan keluarga mereka,” ujar Furneaux.

Tahun lalu, 49 persen responden merasa yakin mereka bisa menjamin kesehatan dan kesejahteraan orang tua mereka. Namun tahun ini, jumlahnya turun menjadi 32 persen. Tahun lalu, ada 63 persen responden yang yakin mereka bisa menjamin kesehatan dan kesejahteraan anak-anak mereka. Ternyata, tahun ini, jumlahnya turun menjadi 44 persen responden.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.