Kesejahteraan Masyarakat Indonesia dari Sisi Kesehatan Menurun

Kompas.com - 29/08/2017, 18:11 WIB
EditorMuhammad Fajar Marta

Furneaux melanjutkan, ketika masyarakat Indonesia disibukkan segudang tanggung jawab mengurus dua generasi keluarga, mereka kehilangan waktu untuk diri sendiri.

Hasil survei menyebutkan hanya 37 persen responden yang cukup tidur setiap malam, turun dari tahun lalu yang sebanyak 48 persen. Lalu, hanya 24 persen masyarakat Indonesia yang bisa berolah raga teratur untuk menjaga kesehatan mereka.

“Tidur nyenyak dan olah raga rutin merupakan dua faktor penting bagi kita untuk bisa hidup sehat. Tubuh dan fisik yang letih merupakan sarang empuk untuk berbagai macam penyakit," katanya.

Survei ini juga menunjukkan hanya 21 persen masyarakat Indonesia yang memiliki dana yang cukup untuk pensiun, angka yang sama dengan tahun sebelumnya.

“Dengan menunda persiapan pensiun, masyarakat Indonesia banyak yang ‘terjebak usia’ dan tidak siap secara finansial,” ujar Ben.

Itulah mengapa banyak masyarakat Indonesia ingin terus bekerja bahkan setelah usia pensiun. Bukan karena mereka ingin tetap aktif, karena butuh uang untuk biaya hidup.

Menurut Ben Furneaux jika kualitas kesehatan naik, maka akan lebih mudah untuk meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Proteksi

Herlin melanjutkan, kekhawatiran finansial memicu masyarakat untuk mencari proteksi. Hal itu terlihat dari meningkatnya penjualan asuransi jiwa di Indonesia.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), total pendapatan industri asuransi jiwa selama kuartal I 2017 mencapai Rp 56,96 triliun. Angka itu tumbuh 16,4 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 48,94 triliun.

Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim menjelaskan, total pendapatan premi para kuartal I 2017 mencapai Rp 34,4 triliun, atau meningkat 25,5 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.