BUMN Panas Bumi Geo Dipa Percepat Pembangunan 2 PLTP

Kompas.com - 31/08/2017, 18:37 WIB
KPK saat melakukan kunjungan lapangan ke PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, Rabu (15/2/2017). PT Geo Dipa EnergyKPK saat melakukan kunjungan lapangan ke PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, Rabu (15/2/2017).
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Geo Dipa Energi, badan usaha milik negara (BUMN) panas bumi, berencana untuk mempercepat pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Dieng dan Patuha.

Hal ini dilakukan, setelah kasus hukum yang membelit BUMN ini dinyatakan selesai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (31/8/2017).

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi Riki Ibrahim menyatakan bersyukur pihaknya tak terbukti melakukan tindak pidana, dalam hal pengelolaan wilayah panas bumi di Dieng dan Patuha.

"Semakin memperjelas, bahwa secara hukum hak pengelolaan wilayah panas bumi Dieng dan Patuha memang sudah sah ada sejak tahun 2002," ujar Riki di Jakarta, melalui keterangan pers, Kamis (31/8/2017).

(Baca: Geo Dipa Garap Potensi Panas Bumi 800 MW)

Menurut Riki, pengembangan proyek panas bumi ini akan mendukung program listrik 35.000 Megawatt (MW) yang dijanjikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Saat ini, Geo Dipa tengah menggarap pembangunan PLTP Patuha Unit 2 dan Unit 3 serta PLTP Dieng Unit 2 dan Unit 3.

Di wilayah tersebut, Geo Dipa mengembangkan empat lapangan panas bumi yaitu lapangan eksisting Dieng dan Patuha yang masing–masing memiliki potensi 400 MW.

Riki mengatakan, Geo Dipa juga mendapatkan penugasan dari Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk mengembangkan dua lapangan yaitu WKP Arjuno Welirang dengan eastimasi potensi 200 MW dan WKP Candi Umbul Telomoyo potensi sebesar 100 MW.

(Baca: Berpotensi Rugikan Negara, KPK dan KY Diminta Pantau Sidang Geo Dipa)

Riki optimistis hingga 2025, Geo Dipa dapat menambah kontribusi pasokan listrik total sebesar 700 MW dan sebesar 1.100 MW di 2030.

"Dengan membangun pembangkit listrik Patuha Unit 2, Unit 3, Unit 4, Unit 5 dan Dieng Unit 2, Unit 3, Unit 4, Unit 5 yang masing-masing berkapasitas 1x60 MW," pungkasnya.

Kompas TV Presiden Joko Widodo meresmikan 8 PLTG Mobile Power Plant 500 mega watt di Mempawah, Kalimantan Barat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X