Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tekan Biaya, General Electric Bakal PHK Pegawai

Kompas.com - 01/09/2017, 14:33 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sumber Reuters

NEW YORK, KOMPAS.com - General Electric Co (GE) berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawai secara signifikan. Pemangkasan ini bertujuan untuk menekan biaya dan mendorong peningkatan laba.

Mengutip Reuters, Jumat (1/9/2017), seorang sumber menyatakan GE saat ini sudah menunda perekrutan pegawai baru pada beberapa posisi di bidang teknologi.

CEO baru GE John Flannery telah menyampaikan kepada para eksekutif senior untuk bersiap akan adanya pemangkasan pegawai. Pemangkasan itu bakal dilakukan di kantor pusat GE dan beberapa area perusahaan yang tidak menghasilkan pendapatan atau laba.

Namun, belum diketahui secara pasti berapa jumlah pegawai yang akan dirumahkan. "Pemangkasan pegawai ini akan dimulai dan akan dilakukan secara agresif," kata sumber tersebut.

Juru bicara GE Jennifer Erickson menyatakan, pihaknya berencana menghemat biaya sebesar 2 miliar dollar AS hingga akhir tahun 2018 mendatang.

"Kami sedang meninjau seluruh aspek perusahaan. Ia akan mempresentasikannya kepada investor pada November nanti," ujar Erickson.

Kalangan analis menyatakan, GE harus memangkas anggaran lebih dari 2 miliar dollar AS karena meningkatnya anggaran di beberapa area bisnis lain, di antaranya bisnis digital.

GE juga mengubah target dan strategi finansialnya pada GE Digital dan unit bisnis sistem internet Predix Industrial untuk mendorong penjualan.

Laba dan arus kas GE di bawah pimpinan CEO sebelumnya, Jeff Immelt mengecewakan investor. Akibatnya, sepanjang tahun ini saham GE merosot 23 persen.

Pemangkasan pegawai GE kabarnya akan dilakukan pada departemen personalia, perekrutan, keamanan korporat, operasional helikopter dan jet, prokuremen, audit, dan keuangan. Pemangkasan juga dilakukan pada unit bisnis teknologi informasi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com