KKP Dorong Penangkapan Tuna yang Berkelanjutan

Kompas.com - 02/09/2017, 10:10 WIB
Pertemuan konservasi tuna Dok KKPPertemuan konservasi tuna
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelolaan wilayah penangkapan tuna dan ekspor hasil penangkapan Tuna ke pasar Eropa menjadi pembahasan strategis dalam perhelatan pertemuan ke-22 The Extended Scientific Committee of The Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT) .

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi tuan rumah acara tersebut yang digelar pada 28 Agustus – 2 September 2017 di Yogyakarta.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) Zulficar Mochtar mengatakan, keanggotaan Indonesia pada CCSBT merupakan bentuk perhatian khusus pemerintah kepada pengelolaan tuna, bukan saja tuna Indonesia namun tuna dunia. Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan tersebut.

“Ikan ini banyak diminati, terus berkembang teknik penangkapannya selama beberapa tahun terakhir sehingga perlu dipastikan agar dikelola secara berkelanjutan. Pada pertemuan keilmuan ini akan direview total catch yang ada, total produksi dan berbagai aspek lainnya,” kata Zulficar pekan ini.

Dalam kegiatan tersebut juga akan dilaporkan sejauh mana manajemen dan compliance terhadap aturan yang telah disepakati oleh para anggota. Tuna sebagai migratory species , lanjut Zulficar, tidak bisa dikelola oleh Indonesia sendiri dan tidak bisa diputuskan sendiri. “Perlu bersama dengan mitra lainnya yang juga bagian dari migrasi tuna dunia,” ujarnya.

Pertemuan ilmiah seperti pertemuan ini memiliki peran penting untuk memberikan saran ilmiah bagi para manajer untuk memastikan sumber daya ikan dikelola dengan baik untuk memberikan kesejahteraan bagi semua orang, industri dengan prinsip keadilan.

Kepala Pusat Riset Perikanan – BRSDM KKP, Toni Ruchimat yang saat itu didaulat sebagai pimpinan delegasi Indonesia menjelaskan, pertemuan ini merupakan bentuk diplomasi keilmuan perikanan southtern bluefin tuna / tuna sirip biru selatan dalam komunitas regional CCSBT.

"Dalam mengambil keputusan, resolusi, CCSBT tidak langsung begitu saja, ada mekanismenya, salah satunya berdasarkan hasil scientific meeting ini, yang akan menjadi materi pada working group serta working party . Melalui laporan riset pula masing-masing anggota akan menunjukkan kepatuhan terhadap resolusi yang dihasilkan dari pertemuan sebelumnya,” imbuhnya.

Loka Riset Perikanan Tuna di Bali merupakan unit kerja KKP yang melaksanakan riset pengelolaan tuna di Indonesia. Stok tuna sirip biru selatan Indonesia sendiri terus meningkat. Pada 2008 berjumlah 750 ton, pada 2017 terdapat 899 ton tuna. Keberadaan tuna ditaksir terus meningkat menjadi 1.023 ton pada rentang tahun 2018 hingga 2020.

CCSBT merupakan bagian Regional Fisheries Management Organizations (RFMO’s) yang memiliki mandate untuk memastikan manajemen penangkapan tuna yang berkelanjutan dan mengatur konservasi serta manajemen stok tuna.

Indonesia juga telah menjadi anggota dari 3 (tiga) RFMO’s lainnya, yaitu The Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) dan Western and Central Pasific Fisheries Commision (WCPFC) dan Cooperating Non Member Inter America Tropical Tuna Commission (IATTC) .

Bukan saja soal pengelolaan tuna, dalam kegiatan tersebut juga dibahas tentang dukungan dunia dalam pemberantasan Illegal Unreported and Unregulated Fishing (IUUF) .

“Indonesia juga mendorong, yang dibahas bukan hanya produksi tuna saja, keberpihakan kepada nelayan kecil termasuk isu IUU Fishing juga perlu di-address , semangat itu kita masukan dalam agenda diskusi,” jelas Zulficar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X