Kiat Sukses Negosiasi Gaji - Kompas.com

Kiat Sukses Negosiasi Gaji

Kompas.com - 03/09/2017, 09:00 WIB
ilustrasi gajiThinkstockphotos.com ilustrasi gaji

JAKARTA, KOMPAS.com - Gaji merupakan hal yang krusial bagi karyawan dan pencari kerja. Besar kecilnya gaji tergantung pada sejauh mana kontribusi karyawan terhadap perusahaan.

Negosiasi gaji umumnya dilakukan pada saat proses interview. Namun, tidak jarang pula karyawan yang tengah bekerja meminta kenaikan gaji kepada perusahaan tempat ia bekerja.

Meski begitu, pada kenyataannya, masih banyak karyawan ataupun pencari kerja yang belum memahami cara yang tepat untuk melakukan negosiasi gaji.

Jobplanet Career Talk mengungkap kiat sukses negosiasi gaji ini. Jobplanet Career Talk merupakan acara bincang komunitas yang rutin diadakan setiap bulan oleh Jobplanet.

(Baca: 5 Industri Ini Butuh Banyak Pekerja, Kisaran Gaji Mulai Rp 8 Juta-Rp 80 Juta)

Menurut Jobplanet, disarankan agar Anda membulatkan penghasilannya dalam satu tahun—bukan satu bulan—sebagai acuan dari nilai gaji yang akan ia ajukan.

selain itu, ada enam hal yang perlu diperhatikan oleh Anda sebelum melakukan negosiasi gaji. Hal-hal tersebut adalah:

1. Mencari tahu salary grade untuk setiap posisi di perusahaan

2. Tidak membicarakan gaji di tahap awal wawancara, sebelum kandidat yakin diterima di perusahaan tersebut

3. Menghitung penawaran remunerasi secara keseluruhan dalam satu tahun.

4. Menghitung dengan saksama hak dan kewajiban yang timbul bersamaan dengan gaji yang akan diterima

5. Melakukan riset sederhana untuk mengetahui standar gaji perusahaan

6. Membuat rincian paket remunerasi yang saat ini diterima

sejumlah hal yang harus dipahami yakni bahwa negosiasi gaji memiliki banyak skenario yang berbeda. Yang terpenting bukan pada apa yang kita katakan, tapi lebih pada bagaimana kita mengatakannya.

Oleh sebab itu, pahami posisi kita sebelum dan selama proses negosiasi gaji. Sering terjadi negosiasi gaji gagal karena kita tidak melakukan persiapan matang serta kurang fleksibel.

Negosiasi gaji tidak melulu soal gaji, tunjangan, ataupun fasilitas. Tanyakan pada diri sendiri, apakah kita bisa membangun karier gemilang di perusahaan tersebut?

Kompas TV Wartawan merasa sindiran soal gaji kecil harus jadi introspeksi pengusaha media


EditorAprillia Ika

Close Ads X