Setelah Hong Kong, Dua Negara Surga Pajak Ini Akan Tukar Data Keuangan ke RI

Kompas.com - 04/09/2017, 19:10 WIB
Skandal Keuangan Panama Papers Panamapapers.sueddeutsche.de Skandal Keuangan Panama Papers
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak akan menandatangai perjanjian bilateral pertukaran informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan dengan dua negara surga pajak.

"Yang akan kami approach dalam waktu dekat ini adalah Panama dan Bahama," ujar Kepala Subdirektorat Pertukaran Informasi Perpajakan Internasional Leli Listianawati di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (4/8/2017).

Panama adalah negara yang terletak di Amerika Tengah dan sudah tersohor menjadi negara surga pajak. Namanya kian akrab di telinga masyarakat Indonesia terkenal akibat adanya skandal Panama Papers.

Sementara itu Bahama adalah negara yang berada di Kepulauan Karibia yang juga menjadi salah satu negara dengan tarif pajak rendah di dunia.

(Baca: "Panama Papers", Skandal Kebocoran Data Keuangan Terbesar)

Akibatnya banyak harta dari luar negeri yang sengaja di tempatkan di Bahama untuk menghindari pajak tinggi.

Penandatanganan kesepakatan bilateral dengan Panama dan Bahama sangat penting sebab kedua negara tersebut belum menandatangai kerja sama multilateral pertukaran informasi keuangan secara otomatis untuk kepentingan perpajakan.

Padahal 94 negara termasuk Indonesia sudah menandatangi perjanjian itu. Akibatnya, negara yang ingin bertukar informasi keuangan harus menjalin kerja sama bilateral terkait perpajakan.

Sebelumnya, Ditjen Pajak sudah menandatangani perjanjian bilateral perpajakan dengan Hong Kong. Selama ini, Hong Kong juga dikenal sebagai tempat surga pajak bagi para pengemplang pajak.

Kompas TV Sri Mulyani Cerita Manfaat Berutang Lewat Media Sosial

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X