Kompas.com - 05/09/2017, 11:05 WIB
Suasana di kantor First Travel yang berlokasi di Jalan Radar AURI, Cimanggis, Depok, Senin (14/8/2017). Terlihat kantor dalam keadaan kosong. Kompas.com/ALSADAD RUDISuasana di kantor First Travel yang berlokasi di Jalan Radar AURI, Cimanggis, Depok, Senin (14/8/2017). Terlihat kantor dalam keadaan kosong.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Niaga Jakarta Pusat akan menggelar rapat kreditur perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap PT First Anugerah Karya Wisata alias First Travel, Selasa (5/9/2017).

Rapat kreditur perdana ini digelar mulai pukul 10.00 di Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Bungur.

Pengadilan Niaga sebelumnya memutuskan First Travel dalam masa PKPU. Amar putusan dibacakan Hakim Ketua, John Tony Hutauruk dalam persidangan PKPU di PN Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017).

Majelis hakim memberi waktu First Travel selama 45 hari untuk menyusun proposal perdamaian. Selama itu, akan digelar sejumlah rapat kreditur.

"Rapat kreditur ini nanti kewenangannya tim pengurus, semua kreditur bisa saja datang ke rapat tersebut.9 Mengenai teknis rapat-rapat nya nanti bisa dijelaskan lebih lanjut oleh tim pengurus yang ditunjuk Pengadilan Niaga," kata Anggi Putera Kusuma, kuasa hukum kreditur atau pemohon PKPU, kepada Kompas.com, Selasa pagi.

Adapun permohonan PKPU ini diajukan 25 Juli 2017 lalu oleh tiga orang calon jemaah umrah First Travel. Mereka adalah Hendarsih, Euis Hilda Ria dan Ananda Perdana Saleh.

Mereka merupakan calon jemaah umrah yang telah membayar lunas biaya kepada First Travel, namun tak kunjung diberangkatkan umrah. Mereka menganggap First Travel telah berutang atas biaya-biaya yang telah dibayarkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Total tagihan ketiga pemohon tersebut mencapai Rp 54,4 juta. Rinciannya, Hendarsih telah membayar lunas paket umrah sebesar Rp 16,8 juta pada 20 April 2017. Kemudian Euis Hilda Ria dan Ananda Perdana Saleh telah membayar paket umrah, masing-masing sebesar Rp 18,8 juta.

Untuk tim pengurus beranggotakan 4 orang, yakni Sexio Yuni Noor Sidqi, Abdillah, Ahmad Ali Fahmi, dan Lusyana Mahdaniar. Keempat pengurus ini yang akan menjembatani kepentingan kreditur dan debitur.

"Pihak First Travel kayaknya hadir diwakili oleh kuasa hukumnya," kata Anggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.