Nasabah Kaya Kini Lebih Butuh Layanan Digital Perbankan

Kompas.com - 05/09/2017, 14:04 WIB
Ilustrasi investasi saham ThinkstockIlustrasi investasi saham
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasabah kaya (affluent) di Indonesia kini lebih membutuhkan layanan digital yang disediakan perbankan. Hal ini sejalan dengan mobilitas yang makin tinggi dan bisnis yang kian mengglobal.

Berdasarkan hasil studi terbaru yang dilakukan Citibank NA terhadap tren dan preferensi nasabah di segmen affluent, terjadi peningkatan penggunaan layanan digital oleh nasabah Citigold yang memiliki produk investasi dibandingkan tahun 2015.

Pertumbuhannya mencapai 20 persen pada tahun 2017 dibandingkan 2 tahun lalu.

"Pertumbuhan layanan digital ini dipicu oleh nasabah yang memiliki tujuan investasi yang berorientasi pada pertumbuhan dan berusia lebih dari 45 tahun," kata CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Selasa (5/9/2017).

(Baca: Transformasi Perbankan Digital yang Tidak Sekadar "Digital Lipstick")

Batara menyebut, ini yang melatarbelakangi pihaknya meluncurkan Citigold On Your Terms yang menawarkan layanan wealth management melalui digital dan solusi finansial yang disesuaikan dengan aspirasi nasabah.

Layanan ini menjawab berbagai perubahan perilaku nasabah Citigold yang semakin global dan digital.

"Perkenalan Citigold On Your Terms menjawab berbagai perubahan tren dan preferensi tujuan finansial nasabah melalui layanan perbankan digital untuk mengoptimalkan pertumbuhan investasi yang ditanamkan," ujarnya.

Diluncurkannya Citigold On Your Terms diharapkan dapat meningkatkan layanan dan menjadi semakin relevan bagi nasabah melalui berbagai layanan digital yang diperbaharui, serta akses lebih luas ke global financial experts.

Menurut Batara, investasi sangat penting dalam mencapai tujuan finansial yang lebih baik.

"Keberhasilan kami dalam membantu emerging dan affluent segment untuk berusaha dan berhasil mengembangkan aset diharapkan dapat memacu masyarakat untuk melakukan perencanaan keuangan yang lebih matang dan berusaha untuk sukses secara finansial," ujar Batara.

Citi Indonesia memberikan layanan dengan empat pilar keunggulan Citigold terbaru yang merefleksikan layanan wealth management melalui digital dan solusi finansial yang disesuaikan dengan aspirasi nasabah, salah satunya advisory sehingga nasabah selalu memiliki opsi terbaik.

Pilar ini dirancang untuk mendukung perjalanan investasi nasabah. Layanan: e-mutual fund (termasuk top up, sell, switch) dan online risk profiling. 

Kompas TV Untuk membahas lebih lengkap soal sinergi bank dan Fintech, sudah hadir product and customer experience BTPN WOW, Achmad Nusjirwan Sugondo.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Whats New
YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X