Mendag Beri Kelonggaran Waktu untuk Pelaku Usaha Terapkan HET Beras

Kompas.com - 05/09/2017, 15:31 WIB
Konferensi Penetapan HET Beras di Kantor Kemendag Jakarta, Kamis (24/8/2017) KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIKonferensi Penetapan HET Beras di Kantor Kemendag Jakarta, Kamis (24/8/2017)
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih memberikan toleransi terkait masih banyaknya pedagang yang belum menerapkan harga eceran tertinggi ( HET) beras.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, pihaknya memberikan jangka waktu satu pekan kepada pedagang untuk menyesuaikan harga beras setelah ditetapkannya HET pada 1 September lalu.

Menurutnya, kelonggaran diberikan karena pedagang masih memiliki stok beras dengan harga lama yang lebih mahal.

Dengan itu, pihaknya masih memberikan waktu untuk menghabiskan stok lama tersebut sebelum menjual beras sesuai harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

(Baca: HET Beras Berlaku 1 September, Pedagang Mengeluh Akan Sulit Untung)

"Kami realistis, mereka minta kelonggaran karena ada stok lama. Oke, kami lihat seminggu," ujar Mendag disela-sela acara International Conference and Call For Paper di Cikini, Jakarta, Selasa (5/8/2017).

Selain itu, Mendag mengatakan, dalam rangka sosialisasi HET beras pihaknya telah memanggil asosiasi pengusaha ritel modern (Aprindo). Mendag mengaku optimis, aturan HET beras bisa dijalankan oleh seluruh pihak terlebih dengan adanya mekanisme pasar.

"Saya masih percaya pada mekanisme pasar. Kalau di semua pedagang, pasar ritel modern harganya turun, tidak mungkin hanya 1-2 orang yang tidak mau turun (terapkan HET)," kata Mendag.

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) berasi untuk wilayah Jawa, Lampung dan Sumatera Selatan, beras medium Rp 9.450 per kilogram dan premium Rp 12.800 per kilogram.

Kemudian wilayah Sumatera (tidak termasuk Lampung dan Sumatera Selatan), beras medium Rp 9.950 per kilogram, premium Rp 13.300 per kilogram.

Bali dan Nusa Tenggara Barat, beras medium Rp 9.450 per kilogram, premium Rp 12.800 per kilogram. Di Nusa Tenggara Timur, beras medium Rp 9.950 per kilogram, premium Rp 13.300 per kilogram.

Dan wilayah Sulawesi, beras medium Rp 9.450 per kilogram, premium Rp 12.800 per kilogram. Di Kalimantan, beras medium Rp 9.950 per kilogram, premium Rp 13.300 per kilogram.

Kompas TV Adanya dugaan praktik curang yang dilakukan oleh produsen beras, tentunya membuat kerugian di tingkat konsumen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X