Pihak Calon Jemaah Pelajari Proposal Perdamaian dari First Travel

Kompas.com - 05/09/2017, 23:00 WIB
Kuasa Hukum jemaah First Travel dalam sidang perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Anggi Putera Kusuma (tengah), seusai menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (21/8/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKuasa Hukum jemaah First Travel dalam sidang perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Anggi Putera Kusuma (tengah), seusai menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (21/8/2017).
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa Hukum calon jemaah First Travel, Anggi Putera Kusuma menyambut baik rencana biro perjalanan tersebut untuk mengajukan proposal perdamaian dalam perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Di dalam proposal perdamaian tersebut, PT First Anugerah Karya Wisata alias First Travel mengajukan dua opsi kepada kreditur yang sebagian besar calon jemaah umrah, yakni tetap berangkat umrah dan refund.

(Baca: First Travel Janji Tetap Berangkatkan Jemaah Umrah, Dananya Dari Mana?)

"Daripada enggak ada kejelasan mau berangkat (umrah) atau refund, yang pasti-pasti saja buat jemaah. Ini ada proposal, kita lihat isinya apa dan jaminannya apa," kata Anggi, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2017).

Anggi awalnya merupakan kuasa hukum tiga calon jemaah yang mengajukan PKPU terhadap First Travel. Mereka adalah Hendarsih, Euis Hilda Ria dan Ananda Perdana Saleh, dengan total tagihan mencapai Rp 54,4 juta. Setelah majelis hakim mengabulkan permohonan PKPU, semakin banyak jemaah alias kreditur yang menggunakan jasanya untuk melakukan penagihan.

"Sekarang sudah 4.700 (kreditur yang merupakan klien Anggi) dengan total tagihan hampir Rp 100 miliar. Jadi kami lihat proposal perdamaiannya saja dulu," kata Anggi.

Dia mengaku sudah mendata jemaah mana saja yang tetap ingin berangkat umrah maupun yang ingin uangnya kembali alias refund. Sebagian besar kreditur, kata dia, tetap ingin berangkat umrah.

"Jaminan duitnya dulu (untuk berangkat umrah) ada atau enggak, atau mungkin ada dana dari investor lain. Uangnya sendiri kita masih belum tahu, gimana (First Travel) mau berangkatin jemaah umrah kalau uangnya enggak ada," kata Anggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.