Ingat Kopi Tuku yang Dibeli Jokowi? Ini Kisah Sang Pemilik di Balik Kesuksesannya

Kompas.com - 07/09/2017, 11:30 WIB
Presiden Joko Widodo dan keluarga mendatangi Kedai Kopi Tuku di Jalan Cipete Raya, Blok B, Jakarta Selatan. Akun Instagram MumuyunikoPresiden Joko Widodo dan keluarga mendatangi Kedai Kopi Tuku di Jalan Cipete Raya, Blok B, Jakarta Selatan.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Minuman kopi susu semakin diminati. Bisnisnya pun semakin menjamur dan pengusaha saling berlomba menyajikan kopi terbaik bagi para konsumen. Salah satu usaha kopi susu yang kini tengah digandrungi oleh masyarakat adalah Kedai Kopi Tuku.

Mungkin masih melekat ingatan pembaca Kompas.com ketika Presiden joko Widodo (Jokowi) dan keluarga berkunjung ke gerai Kopi Tuku yang terletak di  Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan ini. 

Jokowi pesan "Kopi Susu Tetangga" yang jadi viral. Bahkan, sempat menyerempet ke hal lain bahwa Jokowi berkunjung ke Kopi Tuku dalam rangka memperkuat isu boikot terhadap "Starbucks", jaringan kedai kopi asal Amerika Serikat (AS). Isu tersebut kemudian dibantah oleh pihak Istana. 

Nah, kembali ke Kopi Tuku, dari pengamatan Kompas.com, gerai kopi Tuku yang terletak di Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan, tak pernah sepi dikunjungi pembeli.

(Baca: Bisnis Kopi Tuku Berkembang Pesat, Owner Tak Tergoda Buka Franchise)

Bahkan, tak jarang, pembeli rela mengantre demi mendapatkan satu gelas kopi susu. Redaksi Kompas.com yang menjajal "Es Kopi Susu Tetangga" pun harus rela menunggu hingga lebih dari 1 jam untuk mendapatkannya. 

Nah, sosok di balik kopi dengan rasa nikmat tersebut adalah Andanu Prasetyo, sang pemilik bisnis Kopi Tuku. Mari kita simak cerita Tyo, sapaan akrabnya, saat meniti tangga sukses memasarkan kopi susu miliknya. 

Tyo bercerita, dia memulai bisnis kopi Tuku dari tugas penelitian semasa kuliah di Prasetiya Mulia Business School. Saat itu, Tyo yang tengah berbisnis distro bersama sang kakak, banting setir jadi penjual kopi susu.

Tyo mengubah distro yang dia dirikan di Cipete menjadi sebuah kafe yang diberi nama, Toodz House.

"Sekitar tahun 2010 atau pas aku kuliah semester 3 membuat riset tentang kopi. Seiring berjalannya waktu, aku jadi ingin mendalami kafe atau kopi terus. Sampai di titik, aku pengin lebih berkontribusi sama sama industri kopi nya," kata Tyo bercerita kepada Kompas.com, di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (1/9/2017).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X