Benih Tembakau dari Lombok Sudah Sampai Afrika

Kompas.com - 07/09/2017, 14:03 WIB
Pekerja PT Sadana Arifnusa sedang memilah daun Tembakau Virginia Lombok di Desa Puyung, Lombok Tengah, Kamis (7/9/2017) KOMPAS.com/YOGA SUKMANAPekerja PT Sadana Arifnusa sedang memilah daun Tembakau Virginia Lombok di Desa Puyung, Lombok Tengah, Kamis (7/9/2017)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

MATARAM, KOMPAS.com - Pulau Lombok tak hanya dikenal sebagai salah satu surga pariwisata, namun juga lumbung pertanian nasional.

Tak hanya padi, jagung, atau bawang, tetapi juga tembakau. Bahkan benih Tembakau Virginia dari Pulau Seribu Mesjid itu sudah go internasional. Tak tanggung-tanggung, benih tembakau dari Lombok sudah didistribusikan hingga lintas benua.

"Sudah ke Afrika," ujar Kuswanto, Pelatih Training Farm PT Sadana Arifnusa di Desa Puyung, Lombok Tengah, Kamis (7/9/2017).

Salah satu perusahaan asal Lombok yang mengembangkan benih Tembakau Virginia adalah PT Sadana Arifnusa. Perusahaan ini menjadi penyuplai tembakau ke Amerika Serikat (AS) sebagai pusat tembakau dunia.

Dari AS, Tembakau Virginia yang dikembangkan di Lombok didistribusikan ke berbagai negara termasuk ke Afrika oleh perusahaan asal AS yaitu North Carolina Good Leave.

Saat ini, produksi benih Tembakau Virginia Lombok mencapai 160 kg per tahun. Sementara kebutuhan benih Tembakau Virginia di Lombok hanya 105 kg per tahun untuk 15.000 hektar lahan.

Dari sisi harga, benih Tembakau Virginia Lombok dihargai Rp 50 juta - Rp 60 juta per kg dengan hitungan 1 kg benih tembakau bisa digunakan untuk 125 hektar lahan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X