Sri Mulyani Jelaskan Alasan Kemenkeu Rekrut CPNS Besar-besaran

Kompas.com - 07/09/2017, 17:03 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) didampingi Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo (kiri) menyampaikan pendapatnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/9). Rapat itu membahas utang pemerintah. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYMenteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) didampingi Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo (kiri) menyampaikan pendapatnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/9). Rapat itu membahas utang pemerintah.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil ( CPNS) 2017 sebanyak 2.880 formasi. Jumlah ini merupakan yang paling besar dibandingkan rekrutmen yang dilakukan Kementerian/Lembaga lainnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, alasan pembukaan penerimaan CPNS ini untuk memenuhi kebutuhan pegawai setempat. Pasalnya, dalam kurun waktu lima tahun, atau 2015-2019, akan ada 8.029 pegawai yang pensiun.

"Selama ini karena tidak ada rekrutmen baru, tentu telah mengurangi jumlah tenaga kerja maupun staf di Kementerian Keuangan," kata Sri Mulyani, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Kemudian dalam kurun waktu 2015-2017 terdapat sebanyak 4.708 pegawai pensiun. "Ini yang melatarbelakangi kenapa kami merekrut CPNS," kata Sri Mulyani.

Rekrutmen CPNS Kementerian Keuangan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknis dan pengawasan keuangan negara.

Formasi yang ditawarkan untuk tiga jenjang pendidikan, yakni untuk 733 orang Sarjana (S1), satu orang Magister (S2), dan 2.146 orang Diploma Umum (D3).

Dari jumlah tersebut dialokasikan untuk lulusan terbaik (cumlaude) 73 orang (10 persen dari jenjang S1), penyandang disabilitas sebanyak 12 orang, putra/putri Papua dan Papua Barat sebanyak 26 orang, dan umum sebanyak 2.770 orang.

Penyandang disabilitas akan dialokasikan untuk seluruh unit, kecuali Ditjen Bea dan Cukai. Untuk putra/putri Papua dan Papua Barar akan ditempatkan untuk unit yang memiliki instansi vertikal di Papua.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X