Nelayan Gunakan Elpiji, Pemerintah Jamin Pasokan Elpiji Lancar

Kompas.com - 08/09/2017, 10:15 WIB
Pekerja mengisi LPG ke tabung Elpiji ukuran tiga kilogram di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (28/7/2017). Depot LPG milik PT Pertamina (Persero) yang berada di wilayah Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat tersebut mampu mendistribusikan sebanyak 3250 Metric Ton per harinya dengan berbagai jenis produk seperti Elpiji, Bright Gas, Vi-Gas, HAP Series (propellant ramah lingkungan), dan Musicool (refrigerant hidrokarbon ramah lingkungan). ANTARA FOTO/Widodo S JusufPekerja mengisi LPG ke tabung Elpiji ukuran tiga kilogram di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (28/7/2017). Depot LPG milik PT Pertamina (Persero) yang berada di wilayah Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat tersebut mampu mendistribusikan sebanyak 3250 Metric Ton per harinya dengan berbagai jenis produk seperti Elpiji, Bright Gas, Vi-Gas, HAP Series (propellant ramah lingkungan), dan Musicool (refrigerant hidrokarbon ramah lingkungan).
|
EditorAprillia Ika

DEMAK, KOMPAS.com - Pemerintah tengah melakukan upaya peralihan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada nelayan kecil di 26 Kabupaten seluruh Indonesia.

Matriman salah satu nelayan kecil asal Demak, Jawa Tengah mengatakan dirinya sudah menggunakan bahan bakar elpiji sejak satu tahun lalu, namun pasokan elpiji 3 kilogram menjadi keluhan karena kerap tidak tepat waktu.

"Untuk pasokan kalau telat, bisa-bisa kami beralih ke bensin lagi," ujar Matriman di Morodemak, Demak, Jawa Tengah, Kamis (7/8/2017).

Dirinya mengakui, dalam menggunakan bahan bakar gas nelayan merasakan dampak positif yakni penurunan biaya bahan bakar untuk melaut.

(Baca: Sri Mulyani: Di 2018 Diproyeksi Tidak Ada Kenaikan BBM, Listrik, Elpiji)

 

"Kalau BBM Rp 25.500 sampai Rp 34.000 untuk 3 sampai 4 liter bensin per hari. Kalau pakai gas Rp 38.000 untuk dua tabung gas dan bisa dipakai selama 3 sampai 4 hari," jelasnya.

Matriman meminta pemerintah untuk memberikan kepastian terkait pasokan elpiji kepada nelayan kecil, dan juga didistribusikan melalui kelompok nelayan, bukan melalui melalui agen.

Sebab, jika melalui kelompok nelaya maka dipastikan pembeli gas elpiji merupakan nelayan kecil yang membutuhkan.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk memastikan pasokan gas elpiji lancar dan tepat sasaran.

" Elpiji 3 kilogram untuk rakyat miskin dan usaha kecil. Kalau kami sudah berkomitmen, pasokannya sudah kami garansi," ujar Ego.

Menurutnya, usulan penyaluran gas elpiji melalui kelompok tani akan dikomunikasikan dengan Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) dan Pertamina.

Senior Vice President Non Fuel Marketing PT Pertamina (Persero) B Trikora Putra memastikan pasokan maupun ketersediaan elpiji 3 kilogram akan selalu tersedia bagi nelayan kecil.

Salah satu upayanya adalah dengan menghitung berapa kebutuhan yang diperlukan nelayan kecil yang telah mendapatkan konverter kit dan mesin kapal berbahan bakar gas elpiji.

"Pemakaian sudah dihitung satu hari berapa, jadi sisa tahun sampai Desember akan kami atur. Tidak perlu khawatir. Dengan jumlah kuota itu, akan diatur Pertamina untuk nelayan berapa," ungkapnya.

Kompas TV Selain mengurangi dampak aroma tidak sedap, pengolahan sampah juga membantu meringankan beban warga.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X