Banyak Korban Investasi Ilegal Enggan Lapor, Mengapa?

Kompas.com - 09/09/2017, 20:20 WIB
Ilustrasi investasi thinkstockphotosIlustrasi investasi
|
EditorAmir Sodikin

BOGOR, KOMPAS.com - Investasi ilegal yang tak berizin kian marak hadir di tengah masyarakat dengan berbagai macam modus. Biasanya investasi semacam ini menawarkan imbal hasil tinggi di luar batas kewajaran.

Tak jarang investasi ilegal tersebut memakan banyak korban, bahkan hingga ribuan maupun puluhan ribu orang. Namun, kerap kali para korban enggan melaporkan kerugian yang diderita kepada pihak yang berwajib.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengakui, memang tidak sedikit korban investasi ilegal yang tidak mau melapor. Alasannya pun bermacam-macam.

"Kelemahannya adalah susah mencari korban, banyak yang tidak melapor," kata Tongam pada acara pelatihan wartawan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) di Bogor, Sabtu (9/9/2017).

Baca juga: Investasi Bodong Kian Marak, OJK Minta Masyarakat Lapor

Menurut Tongam, salah satu alasan para korban enggan melapor adalah mereka malu lantaran sudah ditipu. Selain itu, apabila melapor, tidak ada jaminan uang mereka akan kembali.

Alasan lain adalah ada kekhawatiran teror atau ancaman setelah korban melapor. Kalaupun telah melapor ke Satgas Waspada Investasi, beberapa korban kerap takut ketika diajak untuk melaporkan kasus ke Bareskrim Polri.

Baca juga: Tujuh Perusahaan Investasi Bodong Ditutup

Padahal, imbuh Tongam, pelaporan korban penting untuk tindak lanjut kasus investasi ilegal. Dengan adanya laporan korban, maka kasus bisa dilanjutkan ke proses hukum hingga pengadilan.

"Kalau ada yang lapor, (kasus) bisa ditarik ke polisi, pembuktian di pengadilan. Kalau tidak ada (laporan) korban, tidak bisa ditindak," tutur Tongam.

OJK telah berkali-kali menindak dan menghentikan investasi ilegal, Misalnya, April 2017 lalu, Satgas Waspada Investasi menghentikan kegiatan usaha tujuh entitas karena tidak memiliki izin dalam menjalankan kegiatan usahanya serta telah memberikan informasi yang tidak benar dan menyesatkan.

Tujuh perusahaan itu antara lain CV. Mulia Kalteng Sinergi, Swiss Forex International, PT Nusa Profit, PT Duta Profit, PT Sentra Artha, PT Sentra Artha Futures, dan www.lautandhana.net.

Beberapa waktu lalu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Gedung Mahkamah Agung (MA), Selasa (22/8/2017), mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika dirasa ada investasi ilegal atau investasi bodong.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X