Pengadilan Niaga Putuskan 7-Eleven dalam Masa PKPU Sementara

Kompas.com - 11/09/2017, 16:44 WIB
Sidang perkara permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap PT Modern Sevel Indonesia (MSI) dari PT Kurniamitra Duta Sentosa dan PT Soejach Bali di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Senin (4/9/2017). Adapun total tagihan dua supplier makanan dan minuman kepada pemilik hak gerai waralaba 7-Eleven sebesar Rp 2 miliar.  Kompas.com/Kurnia Sari AzizaSidang perkara permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap PT Modern Sevel Indonesia (MSI) dari PT Kurniamitra Duta Sentosa dan PT Soejach Bali di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Senin (4/9/2017). Adapun total tagihan dua supplier makanan dan minuman kepada pemilik hak gerai waralaba 7-Eleven sebesar Rp 2 miliar.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Niaga mengabulkan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) dari dua kreditur terhadap PT Modern Sevel Indonesia (PT MSI), sebagai debitur atau pemegang lisensi gerai 7-Eleven di Indonesia.

Adapun permohonan PKPU diajukan oleh dua suplier makanan minuman, PT Soejach Bali dan PT Kurniamitra Duta Sentosa.

Saat membacakan amar putusan, Ketua Majelis Hakim Titiek Tedjaningsih menyebut permohonan PKPU sudah memenuhi syarat berdasarkan Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU.

"PT MSI telah secara sederhana terbukti memiliki utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih serta belum terbayarkan sesuai dengan Pasal 8 ayat 4 UU Nomor 37/2004," kata Titiek, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017).

(Baca: Ini Kendala 7-Eleven Sulit Lunasi Utang)

 

Selain itu, PT MSI juga terbukti memiliki utang kepada lebih dari satu kreditur. Hal itu terlihat dari pernyataan-pernyataan PT MSI selama persidangan, yang mengakui memiliki utang.

Adapun jumlah utang PT MSI kepada PT Soejach Bali sebesar Rp 1,8 miliar dan utang kepada PT Kurniamitra Duta Sentosa sebesar Rp 200 juta, dengan total sebesar Rp 2 miliar.

Utang tersebut, lanjut Titiek, sudah jatuh tempo sejak tahun 2016. Dengan demikian, majelis hakim mengabulkan permohonan dua kreditur tersebut.

"Mengadili, mengabulkan permohonan PKPU para pemohon dan menyatakan PT Modern Sevel Indonesia dalam keadaan PKPU sementara selama 45 hari sejak dibacakannya putusan," kata Titiek.

Selanjutnya, PT MSI akan mengajukan proposal perdamaian kepada para kreditur. Kemudian, majelis hakim juga telah menunjuk Noni Ristawati Gultom sebagai tim pengurus PKPU Sevel. Nantinya, Noni yang akan mengurus dan menjembatani kepentingan kreditur serta debitur.

Kompas TV Sevel Eleven Akhiri Masa Sulit

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X