Luhut Akan Buka-bukaan Wacana Impor Gas Alam Cair hingga Reklamasi

Kompas.com - 12/09/2017, 12:28 WIB
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat (21/7/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaMenko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat (21/7/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bakal buka-bukaan mengenai isu yang berkembang luas di media massa. Mulai dari wacana impor gas alam cair (LNG) dari Singapura hingga reklamasi Teluk Jakarta.

"Besok hari Rabu saya akan bikin coffee morning. Saya akan jelaskan semuanya biar tuntas jangan sepotong-potong, nanti tanya-tanya lagi, capek saya," kata Luhut, kepada wartawan, di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Selasa (12/9/2017).

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sebelumnya menagih realisasi penurunan harga gas kepada para menteri Kabinet Kerja untuk memangkas ongkos produksi industri di Indonesia.

Instruksi Jokowi ini kemudian disebut-sebut diterjemahkan Luhut untuk memberikan lampu hijau dilakukannya impor LNG dari konsorsium Singapura dengan harga 3,8 dollar AS per Million British Thermal Units (MMBTU).

Saat ini yang terjadi di lapangan, mayoritas industri masih harus menebus bahan bakar produksinya dengan harga 10-11 dollar AS per MMBTU. Harga itu disebut jauh lebih murah dibandingkan harus mengangkut LNG dari lapangan gas di kawasan Indonesia Timur.

Wacana kebijakan tersebut menimbulkan pro dan kontra mengingat Singapura bukanlah negara produsen gas.

Ditambah lagi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah memperkirakan sampai 2035 mendatang ada 60 kargo LNG produksi lapangan gas di dalam negeri yang belum memiliki pembeli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menanggapi hal ini, Luhut memungkinkan adanya pertukaran (swap) antara LNG Singapura dengan LNG milik Indonesia.

"Rabu, saya akan beri keterangan resmi, tidak ada impor itu, hanya swap. Nanti biar jelas supaya jangan tanya-tanya, saya akan berikan keterangan," kata mantan Menko Polhukam tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.