Kementan Perkuat Sistem Irigasi untuk Antisipasi Ancaman Kekeringan

Kompas.com - 12/09/2017, 22:38 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat (21/7/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaMenteri Pertanian Amran Sulaiman di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat (21/7/2017).
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya ancaman bencana kekeringan di berbagai wilayah tak membuat program luas tambah tanam Kementerian Pertanian ( Kementan) terhenti.

Berdasarkan data Kementan, lahan pertanian seluas 56.334 hektar dilanda kekeringan pada periode Januari hingga Agustus 2017. Sementara, luas lahan yang gagal panen mencapai 18.516 hektar.

"Ada kekeringan ada irigasi, yang kami tanami kan yang ada irigasinya, irigasi kan ada 4.000 lebih, itu yang kami tanami, tentu yang ada irigasi tidak bermasalah," ujar Amran di Jakarta, Selasa (11/9/2017).

Mentan juga mengatakan ada berbagai upaya pencegahan agar bencana kekeringan tidak menggangu produksi para petani. Salah satunya dengan memberikan bantuan pompa air untuk desa-desa sentra produksi, menyediakan embung, perbaikan jaringan irigasi, hingga melakukan percepatan tanam.

" Luas Tambah Tanam sekarang ada 728.000 hektar di atas tahun lalu karena ada perbaikan Waduk Jatigede, kemudian ada normalisasi embung, bantuan alat mesin pertanian (alsintan) supaya cepat panen, cepat tanam, cepat olah, itu seluruh Indonesia," pungkas Amran.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Herman Khaeron mengatakan, jika musim kemarau berlangsung panjang, bisa memberikan ancaman bagi produksi padi dalam negeri.

"Upayanya sudah cukup baik, tapi kalau alamnya kemarau panjang tentu harus punya strategi lain untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian di masa-masa yang akan datang," jelas Herman.

Herman mengharapkan, pemerintah sebaiknya menambah jumlah embung yang ada terutama di wilayah yang krisis air atau tidak teraliri oleh saluran irigasi atau endemik kekeringan.

"Kami berharap waduk Kuningan agar segera diselesaikan, sehingga di masa tanam yang akan datang sudah bisa dialiri, dan bisa sebagai cadangan di masa musim kemarau," jelasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X