Perusahaan Milik Konglomerat Tahir Terima Bitcoin untuk Alat Pembayaran

Kompas.com - 13/09/2017, 11:38 WIB
Tahir YoutubeTahir
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Konglomerat dan pengusaha kaya Indonesia Dato Sri Tahir memutuskan untuk menerima pembayaran dengan bitcoin dalam perusahaannya.

Penggunaan bitcoin diyakini dapat mempermudah proses transaksi jual beli masyarakat baik, terutama secara online. Tahir sendiri memiliki beberapa unit usaha di Indonesia.

Dalam pernyataan resminya, Rabu (13/9/2017), pihaknya menyatakan penting untuk semakin mengikuti perkembangan era digital khususnya di bidang finansial.

Awalnya, ada kekhawatiran mengenai bitcoin yang dianggap sifatnya dapat dibelanjakan untuk pembayaran pribadi dan tidak dapat dibatalkan, belum diterima dan diakui oleh negara sebagai alat pembayaran yang sah, digunakan untuk judi, pencucian uang, dan kekhawatiran lainnya.

Sehingga, banyak masyarakat menganggap penawaran yang diberikan bitcoin sangat kontroversial dan bisa menjalankan kegiatan kriminal karena bersifat anonim.

Namun, Tahir bergerak untuk membuktikan bahwa sistem aset digital yang ditawarkan oleh Bitcoin ini mampu membuat dampak yang positif untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat khususnya secara online.

Penggunaan Bitcoin ini akan digunakan pertama kali oleh anak perusahaan Mayapada, yaitu Topas TV yang bergerak di bidang televisi Berlangganan.

"Bitcoin dianggap mampu mempercepat kegiatan pembayaran, bebas biaya administrasi dan berpotensi menjadi uang digital di masa depan yang nilainya disinyalir mampu melambung tinggi," tulis manajemen Topas TV.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X