Kompas.com - 13/09/2017, 20:39 WIB
|
EditorJosephus Primus

 

KOMPAS.com - Dengan jumlah populasi hingga 1,7 miliar jiwa, potensi kerja sama 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), termasuk Indonesia, terbilang besar. Angka ini sempat dipaparkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla setahun silam saat perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI di Istanbul, Turki.

Total populasi itu setara dengan 22,7 persen penduduk dunia. Uniknya, jumlah penduduk usia muda negara-negara OKI tercatat mencapai 53,3 persen dari total penduduk dunia.

Tambahan lagi, produk domestik bruto (PDB) per kapita rata-rata mendekati  10.000 dollar AS. Negara-negara anggota OKI juga memiliki sekitar dua pertiga cadangan minyak dan gas dunia. Ini adalah aset kolektif berharga. “Aset itu harus digunakan bukan hanya untuk kesejahteraan masyarakat kita, namun juga berkontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan global,” kata Jusuf Kalla sebagaimana dikutip dari laman kabar24.com.

Sebelumnya, sebagaimana warta Kompas.com, Indonesia dan Sudan, sesama negara OKI, sudah melakukan kerja sama bisnis. Pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-27 di Jakarta, tercapai kesepakatan transaksi antara pengusaha Indonesia dengan Sudan. Kesepakatan itu adalah pembelian kertas dan perlengkapan alat tulis (60 kontainer), kosmetik (10 kontainer), sabun dan deterjen (5 kontainer), makanan dan minuman (1 kontainer), suku cadang dan oli kendaraan (3 kontainer), perlengkapan kesehatan (6 kontainer), glycerin (5.000 ton), nutrisi ayam (7 ton), arang (5 kontainer per bulan), batubara (10.000 ton per bulan), sa k semen (6 juta lembar per tahun), perlengkapan rumah tangga (8 kontainer), mesin cetak batako (1 unit), dan baterai (1 kontainer). (Baca: Pengusaha Sudan-RI Capai Kesepakatan Bisnis)

Soal kerja sama itu, kembali mengemuka sebagaimana informasi rilis yang diterima Kompas.com hari ini dari penyelenggara Konferensi Pemuda Islam Dunia atau International Conference on Islamic Youth Education (ICIYE 2017). Menurut Presiden Pemuda OKI Tantan Taufik Lubis, pada penyelenggaraan kegiatan tersebut akan dilakukan juga Islamic Young Entrepreneur Festival.

Informasi juga menyebutkan bahwa penyelenggara ICIYE 2017 adalah  PT Bintang Karya Sarana. Direktur perusahaan itu, Erma Zein mengatakan kegiatan akan berlangsung pada 6-8 Oktober 2017. "Acaranya di Bandung," demikian Erma Zein.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang 'BUMN Legal Summit 2022', Kementerian BUMN Edukasi Mahasiswa Hukum

Jelang "BUMN Legal Summit 2022", Kementerian BUMN Edukasi Mahasiswa Hukum

Whats New
Transformasi Erajaya, dari Jualan Ponsel, Kini Fokus Jadi 'Lifestyle Smart Retailer' Terbesar di Asteng

Transformasi Erajaya, dari Jualan Ponsel, Kini Fokus Jadi "Lifestyle Smart Retailer" Terbesar di Asteng

Whats New
Ketidakpastian Global Tidak Buat Warren Buffett Berhenti Borong Saham-saham Ini

Ketidakpastian Global Tidak Buat Warren Buffett Berhenti Borong Saham-saham Ini

Whats New
Kementerian PUPR Terima Anggaran Rp 125,2 Triliun, Ini Agenda Kerjanya

Kementerian PUPR Terima Anggaran Rp 125,2 Triliun, Ini Agenda Kerjanya

Whats New
Menhub Minta Maskapai Tak Kenakan Tarif Tinggi Tiket Pesawat

Menhub Minta Maskapai Tak Kenakan Tarif Tinggi Tiket Pesawat

Whats New
[POPULER MONEY] Token ASIX Anang Tak Masuk Kripto Terdaftar | Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik

[POPULER MONEY] Token ASIX Anang Tak Masuk Kripto Terdaftar | Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik

Whats New
Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Whats New
Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Rilis
Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Whats New
Hadapi Ancaman Resesi Global, Wakil Ketua MPR: RI Termasuk Negara yang Fundamental Perekonomiannya Kuat

Hadapi Ancaman Resesi Global, Wakil Ketua MPR: RI Termasuk Negara yang Fundamental Perekonomiannya Kuat

Whats New
APBN 2023 Lebih Banyak Dikucurkan Buat Infrastruktur, Pendidikan, hingga Bansos

APBN 2023 Lebih Banyak Dikucurkan Buat Infrastruktur, Pendidikan, hingga Bansos

Whats New
Perumnas Gandeng IPB Sediakan Hunian Bagi Tenaga Pendidik

Perumnas Gandeng IPB Sediakan Hunian Bagi Tenaga Pendidik

Rilis
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Spend Smart
Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BRI Britama X secara Online

Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BRI Britama X secara Online

Whats New
Erick Thohir Sebut Pertamina Belum Dapat Penugasan Naikkan Harga Pertalite

Erick Thohir Sebut Pertamina Belum Dapat Penugasan Naikkan Harga Pertalite

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.