Waduk Jatigede Beroperasi, Ancaman Kekeringan Tahun Ini Bisa Diatasi

Kompas.com - 15/09/2017, 14:00 WIB
Kunjungan kerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Desa Wele, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan pada kegiatan Panen Raya Padi, Kamis (7/9/2017). KOMPAS.com/ALEK KURNIAWANKunjungan kerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Desa Wele, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan pada kegiatan Panen Raya Padi, Kamis (7/9/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ancaman kekeringan pada tahun ini dapat diatasi oleh pemerintah dan tidak akan memberikan dampak yang besar pada sektor pertanian dalam negeri.

"Kekeringan ini Insya Allah dampaknya bisa terkendali, bisa kami amankan," ujar Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Mentan menjelaskan, dampak kekeringan tahun ini bisa diminimalisir, salah satunya dengan beroperasinya waduk Jatigede di Jawa Barat.

Menurutnya, pada kekeringan tahun lalu kekeringan di Jawat Barat yang merupakan salah satu privinsi penghasil padi mencapai 100.000 hektar, sedangkan tahun 2017 ini hanya 3.000 hektar.

"Kemudian yang kedua adalah banyaknya pompa, kami kirim sudah puluhan ribu, kemudian embung-embung, kita bangun sumur dangkal, sumur dalam. Kami yakin pasti kekeringan dampaknya menurun karena kami sudah persiapkan tiga tahun," jelasnya.

(Baca: Kementan Perkuat Sistem Irigasi untuk Antisipasi Ancaman Kekeringan)

Saat ini, lanjut Mentan, pihaknya terus bersinergi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi dampak kekeringan pada sektor pertanian, salah satunya dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait pemantauan persediaan air dalam waduk, dan embung, maupun irigasi.

"Irigasi sudah terbangun, normalisasi Jatigede untuk Jawa Barat sudah, kemudian pompa-pompa puluhan ribu. Kami yakin dampaknya mengecil tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini akan kami lakukan terus menerus ke depan," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas mengenai penanggulangan bencana kekeringan, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Jokowi meminta semua menteri dan lembaga terkait serta para gubernur untuk betul-betul melihat kondisi-kondisi yang ada di lapangan dan segera melakukan langkah-langkah penanggulangan mengatasi kekeringan ini.

Berdasarkan data Kementan, pada periode Januari hingga Agustus 2017, luas kekeringan mencapai 56.334 hektar dan puso (gagal panen) 18.516 hektar. Sementara pada tahun 2016, terjadi keleringan pada lahan padi sebesar 66.922 hektar.

Kompas TV Alami Kekeringan, Sejumlah Lahan Pertanian Gagal Panen

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.