Asosiasi Perusahaan Jasa Teknologi Regulasi dan Hukum Dorong Masyarakat Melek Hukum

Kompas.com - 18/09/2017, 18:01 WIB
Asosiasi Regtech dan Legaltech Indonesia (Indonesian Regtech and Legaltech Association) resmi diperkenalkan pada hari ini, Senin (18/9/2017). Dok. Asosiasi Regtech dan Legaltech IndonesiaAsosiasi Regtech dan Legaltech Indonesia (Indonesian Regtech and Legaltech Association) resmi diperkenalkan pada hari ini, Senin (18/9/2017).
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah perusahaan jasa teknologi bidang hukum secara resmi meluncurkan Asosiasi Regtech dan Legaltech Indonesia (Indonesian Regtech and Legaltech Association) pada hari ini, Senin (18/9/2017).

Tujuannya adalah untuk mendorong tercapainya situasi dimana masyarakat Indonesia melek hukum (regulatory inclusion) melalui berbagai inovasi dan teknologi.

Asosiasi akan bermitra dengan berbagai Firma Hukum dan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi regulasi (Regtech) dan teknologi hukum (Legaltech).

Asosiasi akan berfungsi sebagai wadah untuk berbagai perusahaan yang bergerak di sektor hukum dengan satu tujuan bersama yaitu peningkatan literasi dan edukasi tentang hukum di Indonesia.

Selain itu, asosiasi ini juga berfungsi untuk masyarakat luas sebagai mitra dari regulator dan pemerintah. Masyarakat dapat berhubungan langsung dengan asosiasi ini untuk pemahaman hukum sehingga tidak ada lagi multiinterpretasi pada suatu legalitas atau regulasi.

Regtech adalah sebuah Smart Legal Tool yang digunakan dengan menggunakan Teknologi yang inovatif dalam membantu Masyarakat dan Bisnis pada umumnya memahami dan patuh terhadap peraturan yang berlaku secara efektif.

Sedangkan Legaltech mencakup segala jenis produk dan jasa yang menyediakan pelayanan inovatif berbasis teknologi untuk meningkatkan pelayanan dalam hal legalitas.

Saat ini, teknologi telah menjangkau berbagai sektor industri seperti finansial, transportasi, imigrasi, pembayaran, dan lain sebagainya. Kini saatnya teknologi menyentuh industri hukum.

Dengan adanya bantuan teknologi yang mumpuni, hukum bukan lagi menjadi sesuatu yang kompleks dan dihindari melainkan menjadi sesuatu yang ingin dipahami dan dicari tahu oleh masyarakat.

Charya Rabindra, Ketua Umum Asosiasi Regtech dan Legaltech Indonesia dan CEO dari Lawble Indonesia mengatakan bahwa Regtech dan Legaltech Indonesia pada dasarnya mendukung setiap industri yang ada tanpa disruptif ke industri atau pihak tertentu.

"Menurut hemat kami, kedepannya kami yakin pertumbuhan Industri Regtech dan Legaltech di Indonesia yang akan semakin maju terutama bila kami juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah," kata dia melalui keterangan pers ke Kompas.com, Senin (18/9/2017).

Selain itu, Charya menambahkan, fokus utama asosiasi adalah edukasi masyarakat bukan pelayanan bisnis kepada para pebisnis, praktisi Hukum, dan sebagainya.

"Apabila kami memakai baju Asosiasi, kami akan melepaskan seluruh atribut bisnis kita karena itulah tujuan dari Asosiasi Regtech dan Legaltech Indonesia ini dibentuk," lanjutnya.

Kompas TV Untuk membahas lebih lengkap soal sinergi bank dan Fintech, sudah hadir product and customer experience BTPN WOW, Achmad Nusjirwan Sugondo.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X