Tak Sudi Seleksi CPNS Dinodai Praktik Kotor, Menpan-RB Beri Peringatan

Kompas.com - 18/09/2017, 19:12 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur usai menjadi pembicara seminar internasional Reconstructing Public Administration Reform to Build World Class Governmet di gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta Pusat, Senin (21/8/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur usai menjadi pembicara seminar internasional Reconstructing Public Administration Reform to Build World Class Governmet di gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta Pusat, Senin (21/8/2017).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Asman Abnur memberikan peringatan kepada semua pihak yang terlibat dalam proses seleksi CPNS 2017.

Asman tak sudi proses seleksi itu dinodai dengan praktik kotor jual beli kursi CPNS yang melibatkan pegawai internal lembaga pemerintahan dan para pendaftar CPNS.

“Saya minta supaya ini (seleksi CPNS) terbuka,” ujarnya di Kantor Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (18/9/2017).

Menpan-RB berjanji akan menindak tegas siapapun yang terlibat dalam praktik jual beli kursi CPNS dengan langsung menggugurkan peserta yang terlibat jual beli kursi tersebut.

Pemerintah tutur Asman, mengharapkan agar proses seleksi CPNS bisa berjalan transparan sehingga setiap jabatan yang buka bisa ditempati oleh pegawai-pegawai yang berkualitas.

“Jadi (posisi itu) jangan hanya diduduki oleh kalangan internal saja (keluarga atau kerabat pegawai internal),” kata Menpan-RB.

Ia masih meyakini bahwa Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) bisa melakukan tugas pengawasan secara maksimal sehingga tidak akan ada lagi praktik kotor dalam seleksi penerimaan CPNS.

Seperti diketahui, sebanyak 60 kementerian atau lembaga dan 1 pemerintah provinsi membuka 17.928 lowongan calon pegawai negeri sipil ( CPNS) pada tahun ini.

Hal itu disambut antusias oleh masyarakat. Hingga Jumat pekan lalu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat sudah ada 373.178 orang yang mendaftar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X