Bagi Perbankan, Digitalisasi Adalah Keharusan

Kompas.com - 19/09/2017, 17:33 WIB
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk - Jahja Setiaatmadja (tengah), Direktur BCA – Santoso (kiri) dan Senior EVP -  Hermawan Thendean (kanan) memberikan keterangan pers soal layanan ATM BCA di Menara BCA, Jakarta, Senin (28/8) siang. - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk - Jahja Setiaatmadja (tengah), Direktur BCA – Santoso (kiri) dan Senior EVP - Hermawan Thendean (kanan) memberikan keterangan pers soal layanan ATM BCA di Menara BCA, Jakarta, Senin (28/8) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dengan adanya perkembangan teknologi, maka industri perbankan juga harus siap dengan era digitalisasi. Karenanya, perbankan harus bisa meningkatkan investasi terkait teknologi informasi (TI).

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja menyatakan, perbankan nasional kini sedang menghadapi tantangan struktural. Ini sejalan dengan kebutuhan digitalisasi perbankan guna menghadapi era digital.

"Bagaimana bank secara organisasi menghadapi masalah struktural ini, sehingga bank mampu mengambil keputusan dalam menghadapi era digitalisasi," ujar Jahja di sela-sela acara Indonesia Banking Expo (IBEX) di Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Menurut Jahja, digitalisasi saat ini harus diikuti oleh perbankan. Kondisi ini juga akhirnya dapat mendorong efisiensi dan kemudahan, baik bagi bank maupun nasabah.

(Baca: Digitalisasi Ekonomi Bisa Sumbang 10 Persen ke Perekonomian Indonesia)

Untuk menjawab tantangan ini pun perbankan juga berlomba-lomba untuk menerapkan layanan digital. Intinya, kata Jahja, digitalisasi merupakan sebuah keharusan bagi perbankan saat ini.

"Digitalisasi bukan pilihan, melainkan keharusan bagi bank. Semua harus terhubung dengan digital channel, konsumen juga mencari kemudahan dalam transaksi," ungkap Jahja.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Bank-bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, transformasi digital bukan pilihan bagi bank, namun sebuah keniscayaan.

Dengan demikian, bank juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman.

"Bank harus bisa berubah peran ibarat perusahaan IT tapi dengan izin perbankan," jelas Kartika.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tersebut menjelaskan, ada 3 (tiga) manfaat bagi bank yang telah menerapkan digitalisasi perbankan.

Pertama adalah sistem pembayaran di mana nasabah akan memperoleh layanan yang lebih cepat dan akses yang lebih mudah ketimbang harus ke kantor cabang.

"Kedua, cost (biaya) perbankan yang lebih efisien. Bank akan beralih ke low cost channel (kanal yang lebih murah).

Ketiga, yakni new market (pasar yang baru). Memanfaatkan data transaksi payment (pembayaran) melalui data analytics, untuk cross selling loan product," terang Kartika.

Kompas TV Kebanyakan perintis terlalu antusias menciptakan teknologi yang ternyata tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat luas.



EditorAprillia Ika

Close Ads X