Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Studi Ungkap Kesamaan Pekerjaan Pertama Para Miliarder Dunia

Kompas.com - 20/09/2017, 11:05 WIB
|
EditorAprillia Ika

NEW YORK, KOMPAS.com - Sebuah studi menemukan bahwa ada kesamaan pekerjaan pertama yang dilakukan oleh 100 orang terkaya di dunia. Lebih banyak miliarder yang memiliki pekerjaan pertama sebagai tenaga pemasar ketimbang pekerjaan lainnya.

Perusahaan rekrutmen Inggris Aaron Wallis mempelajari latar belakang 100 orang terkaya di dunia. Mereka menemukan bahwa 10 persen dari jajaran orang tajir tersebut awalnya bekerja sebagai tenaga pemasar barang dan jasa.

"Bisa saja orang-orang yang familier dengan perjanjian bisnis sejak awal karier mereka akan maju menjadi orang yang sukses dalam perjanjian bisnis senilai jutaan atau miliaran di kemudian hari," kata pihak Aaron Wallis dalam laporannya seperti dikutip dari Time, Rabu (20/9/2017).

Aaron Wallis menyatakan, salah satu contoh suksesnya adalah George Soros yang merupakan orang terkaya ke-29 di dunia. Soros memulai karier sebagai tenaga pemasar keliling untuk produk mainan dan hadiah sebelum akhirnya menjadi trader dan broker.

(Baca: Di India, Muncul Miliarder Baru Setiap Bulan)

Sama halnya pula dengan pendiri dan CEO perusahaan komputer Dell, Michael Dell. Ia memulai pekerjaan sebagai tenaga pemasar surat kabar sebelum akhirnya memperoleh kekayaan sebagai pendiri perusahaan peangkat keras komputer.

Selain tenaga pemasar, pekerjaan pertama yang kerap dilakukan miliarder adalah trader saham. Serupa dengan tenaga pemasar, seorang trader saham harus memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik agar sukses dalam perdagangan saham.

Di samping itu, pekerjaan pertama para miliarder lainnya adalah developer perangkat lunak dan insinyur komputer. Ada juga miliarder yang memiliki pekerjaan pertama berupa pekerja konstruksi.

Studi tersebut juga meelajari program studi yang diambil para miliarder di bangku kuliah. Teknik adalah jurusan yang paling umum, di mana 22 dari 100 orang miliarder berkuliah di fakultas teknik.

"Ada tren yang jelas antara orang-orang yang kuliah di jurusan teknik dan 100 orang terkaya di dunia. Banyak wirausahawan yang memperoleh kekayaan di bidang teknologi dulunya kuliah jurusan teknik," ungkap Aaron Wallis.

Program studi bisnis berada pada peringkat kedua, diikuti oleh program studi keuangan dan ekonomi. Hanya 3 orang miliarder yang kuliah jurusan ilmu komputer. Bahkan, 25 persen miliarder yang dipelajari Aaron Wallis tidak memiliki gelar akademis. 

Kompas TV Mengelola Keuangan Suami Istri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber time.com



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

Whats New
Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Rilis
Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Work Smart
BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

Whats New
PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

Rilis
IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

Whats New
Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Whats New
Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Whats New
Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Whats New
Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Whats New
Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Whats New
Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Whats New
Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Whats New
Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Whats New
Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan 'Reshuffle'

Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan "Reshuffle"

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+