Kompas.com - 20/09/2017, 11:45 WIB
Petugas PLN Distribusi Jawa Barat mengoperasikan penggunaan alat Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) saat peresmian di Bandung, Jawa Barat, Senin (11/9/2017). PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat mengoperasikan 15 SPLU di Kota Bandung serta 23 SPLU yang tersebar di Jawa Barat guna memudahkan serta memenuhi kebutuhan pengisian energi kendaraan listrik di tempat umum bagi pelaku UMKM, Pedagang Kaki Lima (PKL) dan masyarakat. ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/aww/17. ANTARA FOTO/Fahrul JayadiputraPetugas PLN Distribusi Jawa Barat mengoperasikan penggunaan alat Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) saat peresmian di Bandung, Jawa Barat, Senin (11/9/2017). PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat mengoperasikan 15 SPLU di Kota Bandung serta 23 SPLU yang tersebar di Jawa Barat guna memudahkan serta memenuhi kebutuhan pengisian energi kendaraan listrik di tempat umum bagi pelaku UMKM, Pedagang Kaki Lima (PKL) dan masyarakat. ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/aww/17.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak usaha PT PLN (Persero), PT Indonesia Power (IP), melakukan sekuritisasi Efek Beragun Aset (EBA) dengan nama EBA Danareksa Indonesia Power PLN1-piutang Usaha (EBA DIPP1). Para investor menyambut EBA DIPP1 dengan antusias.

Hal ini dibuktikan dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) mencapai Rp 10,05 triliun dari target Rp 4 triliun.

“Permintaannya oversubscribe 2,7 kali,” ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio di BEI, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Pada tahap awal, nilai EBA ditawarkan sebesar Rp 4 triliun dengan aset dasar disekuritisasi adalah aset keuangan yang merupakan bagian dari piutang penjualan ketenagalistrikan PLTU Suralaya 1-4.

(Baca: Bidik Bisnis Gas Bumi, PLN Bakal Bangun 7 Terminal LNG)

 

Adapun penerbitan EBA DIPP1 ini merupakan rencana strategis IP untuk melakukan sekuritisasi EBA sebanyak-banyaknya Rp 10 triliun secara bertahap hingga akhir 2018 mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, penerbitan EBA juga sebagai salah satu upaya Indonesia Power agar mendapatkan sumber pendanaan untung mendukung program 35.000 MW.

Menteri BUMN Rini Soemarno memastikan, penerbitan EBA DIPP1 bukanlah yang terakhir. Tahun depan tutur dia, sejumlah BUMN juga akan menerbitkan EBA.

“Ada beberapa, diteruskan lagi dari PLN ke Indonesia Power kemudian akan ada lagi dari Jasa Marga,” kata Rini.

Kompas TV Tak Terjangkau PLN, Warga Ciptakan PLTA Sendiri

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.