7 Tantangan Indonesia Mencapai Ekonomi Digital Senilai Rp 1.700 Triliun di 2020

Kompas.com - 20/09/2017, 13:02 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat menjadi pembicara Konferensi Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Senin (18/9/2017). Kompas.com/Haris PraharaMenteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat menjadi pembicara Konferensi Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Senin (18/9/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia diprediksi menjadi negara ekonomi digital terbesar di kawasan Asia. Nilai ekonomi ini begitu besar, bahkan bisa menembus 130 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.700 triliun (kurs Rp 13.333 per dollar AS).

Namun demikian, tidak mudah bagi Indonesia untuk sukses mencapai ekonomi digital dengan nilai sebesar itu, ada beberapa tantangan besar yang masih harus dihadapi oleh Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebut, ada 7 isu besar terkait ekonomi digital.

"Ada isu sumber daya manusia dan bagaimana mendanai startup (perusahaan rintisan)," kata Rudiantara pada acara Talkshow Ekonomi Baru di Era Digital di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (20/9/2017).

(Baca: Di 2020 Ekonomi Digital Indonesia Akan Mencapai 1.700 Triliun)

 

Isu lainnya adalah menangani permasalahan logistik. Pasalnya, imbuh Rudiantara, 20 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia dihabiskan di logistik.

Hal lain yang menjadi tantangan adalah bagaimana perkembangan ekonomi digital tetap mengedepankan perlindungan konsumen.

Pun ada pula permasalahan perpajakan, di mana harus ada kemudahan dari sisi perpajakan untuk ekonomi digital.

"Ada juga soal cyber security (keamanan siber) dan infrastruktur ICT (teknologi informasi komunikasi). Bagaimana memastikan infrastruktur ICT dan cyber security available (tersedia)," ungkap Rudiantara.

Ekonomi digital di Indonesia hingga saat ini menunjukkan perkembangan yang besar. Salah satu tolak ukurnya adalah jumlah e-commerce dan perusahaan rintisan di Indonesia yang terus bertambah.

Kompas TV Pemerintah Perancis Gerakan Ekonomi Digital

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X