Jokowi: "E-commerce" Sebabkan Pergeseran Perdagangan

Kompas.com - 20/09/2017, 13:43 WIB
Presiden Jokowi bersama CEO Alibaba, Jack Ma di kantor Alibaba di China, Jumat (2/9/2016). China Xinhua NewsPresiden Jokowi bersama CEO Alibaba, Jack Ma di kantor Alibaba di China, Jumat (2/9/2016).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyoroti terjadinya pergeseran perdagangan dari kanal "offline" menjadi "online." Hal ini terjadi lantaran munculnya e-commerce dan inovasi ekonomi digital lainnya.

"Ada pergeseran perniagaan, perdagangan dari dunia offline menuju dunia online. Kita sudah menghadapi itu," ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Talkshow Ekonomi Baru di Era Digital di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (20/9/2017).

Jokowi menyatakan, saat ini kecenderungan yang terjadi adalah masyarakat tidak perlu jauh-jauh pergi ke toko atau mall untuk membeli barang.

Selain itu, untuk menjangkau pusat perbelanjaan, kemacetan lalu lintas menghadang dan ketika akan membayar barang pun harus mengantri panjang di kasir.

(Baca: Daya Beli Turun Atau Orang Malas Belanja?)

 

Ketimbang menghadapi kesulitan tersebut, masyarakat cukup menggunakan ponsel mereka untuk membeli barang, termasuk melakukan pembayarannya pula. Sehingga, belanja atau kebutuhan lainnya dapat diperoleh dengan mudah.

"Sekarang saya pesan gado-gado tidak usah datang ke warung gado-gado. Saya minta Go-Food, 30 menit datang," ungkap Jokowi.

Perubahan tersebut juga terjadi dari sisi ketersediaan barang dan jasa. Jokowi mencontohkan hadirnya Go-Jek, Grab, Uber, maupun Airbnb, di mana saat ini masyarakat tak perlu memiliki kendaraan bermotor untuk bepergian atau rumah untuk disewa kala berlibur.

Bahkan, ruang perkantoran pun saat ini tidak perlu dibangun atau dibeli. Cukup menggunakan aplikasi, maka masyarakat bisa menyewa setidaknya satu meja di sebuah co-working space.

"Hati-hati, akan ada perubahan bukan hanya pola konsumsi, tapi juga pola kerja akan berubah semua dan pada pola produksi. Dampaknya bukan hanya dari sisi konsumsi, tapi juga dari sisi produksi," tutur Jokowi.

(Baca: Pengunjung Sepi, Pedagang Mangga Dua Mall Keluhkan Toko Online)

Kompas TV Waspada Dibalik Kemudahan "Cicilan Online" (Bag 1)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.