Ditopang Saham-saham Bank, IHSG Akhir Pekan Ditutup Menguat

Kompas.com - 22/09/2017, 16:38 WIB
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/11/2016). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGPergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/11/2016).
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat tipis di penutupan pasar akhir pekan ini, Jumat (22/9/2017). Saham-saham perbankan mampu mengangkat indeks ke teritori positif hingga penutupan pasar.

Indeks berhasil bangkit di paruh kedua perdagangan setelah pada sesi I bergerak di zona merah. Dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu hasil pertemuan Dewan Gubernur BI untuk menentukan suku bunga acuan.

Sementara itu, investor asing banyak melakukan aksi jual hingga mencatatkan net sell. Saham-saham sektor konsumer mencatatkan pelemahan cukup dalam. Di sisi lain, menguatnya saham-saham sektor finansial berhasil mengangkat indeks ke zona hijau.

Pukul 16.00 IHSG ditutup menguat sebesar 5,14 poin atau 0,08 persen di posisi 5.911,7. Sebanyak 155 saham diperdagangkan menguat, 165 saham melemah dan 122 saham stagnan.

Volume perdagangan mencapai 8,04 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,54 triliun. Investor asing mencatatkan net sell di seluruh pasar sebesar Rp 22,11 miliar dan di pasar reguler Rp 122,33 miliar.

Saham-saham yang menopang IHSG meliputi BBRI yang menguat 4,32 persen ke posisi Rp 15.675 per saham. Sementara itu saham BBCA menguat 4,33 persen dan ditutup di Rp 19.875 per saham. Saham BBNI berakhir naik 1,35 persen ke level Rp 7.475 persen dan saham BMRI yang stagnan di Rp 6.600 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang hari ini membebani IHSG yakni TLKM yang melemah 1,06 persen menjadi Rp 4.640. Lainnya adalah ASII yang berakhir turun 0,63 persen ke posisi Rp 7.775 per saham dan UNVR yang melemah 1,96 persen menjadi Rp 50.000.

Dari 10 indeks sektoral, hanya satu sektor yang menguat, yakni finansial (2,3 persen). Lainnya, kompak melemah, yakni konsumer (-1,03 persen), agribisnis (-0,1 persen), manufaktur (-0,57 persen), pertambangan (-1,59 persen), aneka industri (-0,46 persen), infrastruktur (-0,55 persen), perdagangan (-0,82 persen), industri dasar (-0,24 persen) dan properti (-0,75 persen).

Nilai tukar rupiah pada sore hari ini kembali mencatatkan penguatan terhadap dollar AS. Mengutip Bloomberg, rupiah diperdagangkan di Rp 13.312 per dollar AS.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X