Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menhub Tinjau Kesiapan Bandara Silangit Layani Rute Internasional

Kompas.com - 24/09/2017, 17:00 WIB
Pramdia Arhando Julianto

Penulis

TAPANULI UTARA, KOMPAS.com - Menjelang peresmian Bandara Silangit menjadi bandara internasional pada 28 Oktober 2017 mendatang, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan terkait kesiapan Bandara Silangit.

Menhub Budi Karya tiba di Bandara Silangit menggunakan pesawat kalibrasi milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dalam tinjauan tersebut Menhub langsung melihat perkembangan proyek perpanjangan dan pelebaran landasan pacu (runway) Bandara Silangit.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, Bupati Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Direktur Bandar Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Bintang Hidayat.

Kemudian, Menhub juga meninjau kesiapan terminal kedatangan keberangkatan internasional, hingga terminal domestik yang telah digunakan.

Baca juga: Gelontorkan Rp 130 Miliar, AP II Kembangkan Bandara Silangit

Menurut Menhub, peningkatan status bandara domestik menjadi bandara internasional diperlukan beberapa syarat teknis yang wajib dipenuhi agar memiliki standar yang setara sebagai bandara yang melayani penerbangan antarnegara.

"Kami memang inginkan ini (Silangit) menjadi bandara internasional tetapi syarat-syarat teknis itu perlu dipenuhi," ujar Menhub Budi Karya saat peninjauan di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Minggu (24/9/2017).

Menurutnya, persyaratan tersebut seperti landasan pacu yang sesuai standar internasional, teminal keberangkatan dan kedatangan penumpang, hingga tersedianya layanan imigrasi, bea cukai dan karatina.

Sementara itu, untuk panjang dan lebar landasan pacu, saat ini Bandara Silangit sudah memiliki panjang landasan 2.650 meter dengan lebar 45 meter. Kemudian untuk kekuatan permukaan landasan sudah memiliki nilai 20 hingga 35 Pavement Classification Number (PCN).

"Tetapi untuk membuat semua pesawat jenis 737 bisa mendarat harus ditambah lagi overlay (pengerasan), saya sudah minta Angaksa Pura II untuk melaksanakan, dan sebelum tanggal 28 Oktober 2017 terselesaikan," jelasnya.

Hingga saat ini, sudah ada beberapa maskapai penerbangan yang telah melakukan penerbangan dari dan menuju bandara Silangit yakni maskapai Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Wings Air.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengembangkan 10 destinasi wisata yang menjadi prioritas, seperti Danau Toba (Sumatera Utara), Belitung (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng).

Kemudian, Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bos Amazon: Mitos bahwa Robot Bakal Rebut Pekerjaan Manusia

Bos Amazon: Mitos bahwa Robot Bakal Rebut Pekerjaan Manusia

Whats New
Tips Mengatur Keuangan untuk Generasi Sandwich agar Tak Picu Masalah

Tips Mengatur Keuangan untuk Generasi Sandwich agar Tak Picu Masalah

Earn Smart
Jalan Tol Jogja-Solo Beroperasi Fungsional Saat Arus Balik Lebaran

Jalan Tol Jogja-Solo Beroperasi Fungsional Saat Arus Balik Lebaran

Whats New
Tips Aman Bertransaksi Saat Libur Lebaran

Tips Aman Bertransaksi Saat Libur Lebaran

Whats New
5 Keuntungan Investasi Emas, Pemula Perlu Pahami

5 Keuntungan Investasi Emas, Pemula Perlu Pahami

Earn Smart
InJourney: Pengunjung Candi Prambanan Capai 15.000 Orang Saat Lebaran

InJourney: Pengunjung Candi Prambanan Capai 15.000 Orang Saat Lebaran

Whats New
China Vs India, Siapa yang Akan Jadi Kekuatan Ekonomi Asia?

China Vs India, Siapa yang Akan Jadi Kekuatan Ekonomi Asia?

Whats New
Miliarder Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati dalam Kasus Penipuan

Miliarder Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati dalam Kasus Penipuan

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 12 April 2024

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 12 April 2024

Spend Smart
Biaya Hidup Tinggi, Keyakinan Konsumen Thailand Lesu untuk Pertama Kali dalam 8 Bulan

Biaya Hidup Tinggi, Keyakinan Konsumen Thailand Lesu untuk Pertama Kali dalam 8 Bulan

Whats New
ID Food Pastikan Stok Pangan Aman, Masyarakat Diimbau Tak Khawatir dan Tetap Belanja Bijak

ID Food Pastikan Stok Pangan Aman, Masyarakat Diimbau Tak Khawatir dan Tetap Belanja Bijak

Whats New
Kecelakaan Bus di Tol Batang, Rosalia Indah Ucapkan Dukacita dan Siap Tanggung Jawab

Kecelakaan Bus di Tol Batang, Rosalia Indah Ucapkan Dukacita dan Siap Tanggung Jawab

Whats New
Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi 5,1 Persen pada Kuartal I 2024, Ini Penyumbangnya

Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi 5,1 Persen pada Kuartal I 2024, Ini Penyumbangnya

Whats New
Harga Tiket Rp 35.000, TMII Juga Jadi Tempat Rekreasi Anak Muda

Harga Tiket Rp 35.000, TMII Juga Jadi Tempat Rekreasi Anak Muda

Whats New
Pelaku UMKM Bersyukur, Pemerintah Restui Shop Tokopedia Jadi Wadah bagi Brand Lokal

Pelaku UMKM Bersyukur, Pemerintah Restui Shop Tokopedia Jadi Wadah bagi Brand Lokal

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com