Oktober, Garuda Indonesia Layani Penerbangan Internasional Singapura-Silangit - Kompas.com

Oktober, Garuda Indonesia Layani Penerbangan Internasional Singapura-Silangit

Kompas.com - 25/09/2017, 09:57 WIB
Pesawat jenis ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia berada di Bandara Silangit, Siborong-Borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (19/8/2016). Garuda Indonesia melayani penerbangan Bandara Kualanamu, Medan - Bandara Silangit, Siborong-Borong sekali setiap hari selama seminggu.KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Pesawat jenis ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia berada di Bandara Silangit, Siborong-Borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (19/8/2016). Garuda Indonesia melayani penerbangan Bandara Kualanamu, Medan - Bandara Silangit, Siborong-Borong sekali setiap hari selama seminggu.

TAPANULI UTARA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II menyatakan pada Oktober 2017 mendatang, layanan penerbangan rute internasional akan resmi beroperasi di Bandata Silangit, Danau Toba.

Pada penerbangan internasional perdana tersebut, maskapai Garuda Indonesia akan melayani rute dari Singapura menuju Bandara Silangit dengan jenis penerbangan carter.

"Sekarang ini kami akan fokuskan pada 28 Oktober 2017, Garuda Indonesia melayani penerbangan internasional perdana dari Singapura ke Silangit," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin saat berbincang dengan Kompas.com di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Senin (25/9/2017).

Menurutnya, dengan demikian Bandara Internasional Silangit beroperasi secara komersial. "Garuda Indonesia yang menjadi maskapai pertama melakukan penerbangan internasional," jelasnya.

Awaluddin menjelaskan, slot penerbangan di Bandara Silangit masih cukup luang untuk dilakukan penambahan jadwal penerbangan maupun rute baru. Saat ini, hanya ada dua maskapai yang melayani penerbangan langsung dari Jakarta menuju Silangit dan Silangit menuju Jakarta, yakni maskapai Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia.

Sedangkan penerbangan Medan Kualanamu menuju Silangit dan sebaliknya sudah ada tiga maskapai yakni Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, dan Wings Air.

"Slot masih cukup longgar, kecuali nanti penerbangan sudah tambah banyak, kalau sekarang jedanya agak jauh jadi longgar dan orang tidak numpuk, ini kan Garuda Indonesia datang, Sriwijaya sudah pergi, nanti Garuda Indonesia pergi, Sriwijaya datang lagi, jadi gantian, slotnya masih longgar," papar Awaluddin.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, adanya penerbangan perdana rute internasional Singapura-Silangit perlu didukung kegiatan pariwisata yang menarik.

"Singapura-Silangit itu carter, saya minta kepada pemerintah daerah untuk melakukan suatu kegiatan yang sinergis," ungkap Menhub.

Menurutnya, penerbangan perdana internasional akan menjadi sesuatu yang penting bagi wisatawan mancanegara, dengan demikian Menhub meminta agar seluruh pihak bahu-membahu membangun pariwisata Danau Toba dengan baik di kancah internasional.

"Ini kan pertama kali penerbangan internasional, tetapi jangan sampai tidak ada kegiatan, karena ini kan pertama kali ada paket wisata dibawah 300 dolar (Singapura) untuk 3 hari 2 malam (wisata Danau Toba) murah sekali untuk orang Singapura," ujar Menhub Budi Karya.

Menhub menargetkan, bila dalam waktu enam bulan kedepan wisatawan mancanegara menuju Danau Toba semakin meningkat, maka penerbangan internasional akan dibuat jadwal reguler.

"Biasanya bila penerbangan carter itu sukses maka akan menjadi reguler. Kami harapkan dalam waktu tidak lebih dari enam bulan menjadi reguler," jelas Menhub.

Berdasarkan data dari PT Angkasa Pura II, saat ini jumlah frekuensi penumpang di Bandara Silangit sudah mencapai 20.000 orang per bulan dan 300.000 orang per tahun.


EditorBambang Priyo Jatmiko
Close Ads X