Investor Australia dan Korea "Berebut" untuk Kelola Bandara Komodo

Kompas.com - 26/09/2017, 12:56 WIB
Bandara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANABandara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
EditorBambang Priyo Jatmiko

DENPASAR, KOMPAS.com - Dua investor asal Australia dan Korea "berebut" untuk menjadi pengelola Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan Bandara Komodo mencapai Rp 2 triliun.

"Dua investor itu tengah berkompetisi untuk mengelola Bandara Komodo. Bandara tersebut akan kami tawarkan kepada investor," ujarnya Selasa (26/9/2017).

Menhub mengatakan Bandara Komodo adalah salah satu bandara di bawah naungan Kementerian Perhubungan yang akan dikelola oleh swasta.

Selain bandara tersebut, Kemenhub juga meminta BUMN untuk mengelola bandara lain di antaranta adalah Temindung di Samarinda, Juwata di Tarakan, Kalimarau di Berau, Radin Inten di Lampung, Sentani di Jayapura, Hang Nadim di Batam.

Penyerahan pengelolaan bandara dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah penumpang yang dilayani.

Selain pertimbangan layanan, penyerahan bandara-bandara itu juga mempertimbangkan aspek biaya operasional.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X