Tanggapi Surat Sri Mulyani, Dirut PLN Sebut Tak Ada yang Perlu Dikhawatirkan

Kompas.com - 27/09/2017, 20:40 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengaku kaget dengan beredarnya surat dari Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait adanya risiko gagal bayar utang PLN yang membuat heboh publik.

Menurut Sofyan, surat tersebut merupakan hal yang wajar bagi PLN. Meski begitu, ia mengatakan bahwa tidak perlu ada yang dikhawatirkan mengenai keuangan PLN.

“Enggak ada yang perlu dikhawatirkan, memang biasa begitu, cuma biasanya lisan,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Menurut Sofyan, surat Menkeu terkait risiko gagal bayar utang merupakan pengingat untuk menjalankan perusahaan lebih baik ke depan.

Ia memastikan, kondisi keuangan PLN dalam kondisi baik. Bahkan, menurut Sofyan PLN tergolong perusahaan kaya.

“Kami punya plafon Rp 31 triliun buat pinjam, jadi setiap saat bisa bayar. Kami punya tagihan subsidi yang tertunda Rp 18 triliun bahkan tahun ini Rp 51 triliun. (Jadi) orang kaya PLN itu,” kata Sofyan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.