Singapura dan Korea Selatan Tolak Bitcoin

Kompas.com - 29/09/2017, 15:07 WIB
IlustrasiTechCrunch Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Korea Selatan (Korsel) mengikuti China, melarang aktivitas mata uang virtual, bitcoin di negaranya.

Ini menambah panjang daftar negara yang menolak bitcoin sebagai bagian dari sistem keuangan negara.

(Baca: China Bakal Tutup Semua Tempat Penukaran Bitcoin)

Komisi Jasa Keuangan Korsel mengatakan, semua jenis penawaran koin virtual atawa initital coin offerings (ICO) akan dilarang dari perdagangan mata uang virtual. Sebab aktivitas ini  perlu di kontrol dan dimonitor sangat ketat.

Seperti dikutip CNBC, pengumuman ini menambah pernyataan bahwa pemerintah Korsel tidak menerima perdagangan mata uang virtual sebagai bagian dari sistem keuangan mereka. Pemerintah juga akan terus memantau pasar dan terus mengontrol bilamana ada peraturan tambahan yang diperlukan.

Selain itu, sejumlah bank di Singapura juga menutup sejumlah akun-akun perusahaan yang khusus menawarkan mata uang virtual dan jasa pembayaran dengan mata uang tersebut.

Melihat kondisi tersebut, Cryptocurrency and Blockchain Industry Association Singapura (Acess) meminta Pemerintah Singapura untuk terlibat dalam masalah ini.

"Dari analisa kami, kendala ini muncul di antara perusahaan-perusahaan teknologi finansial (tekfin). Jika ini masalahnya, kami meminta pemerintah untuk memberi arahan bagaimana solusi yang efektif untuk semua pihak," ujar Ketua Acess, Anson Zeall dalam pernyataannya lewat surel seperti dikutip Bloomberg.

 

Berita ini diambil dari kontan.co.id dengan judul: Korsel & bank Singapura ikut tolak bitcon



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBambang Priyo Jatmiko
Sumber
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X