Kembalikan Kejayaan Rempah Nasional, Ini Upaya Kementan

Kompas.com - 29/09/2017, 17:50 WIB
Jenis rempah dalam jamu Indonesia yang sangat beragam dengan berbagai khasiatnya. KOMPAS.com/Muhammad Irzal AdiakurniaJenis rempah dalam jamu Indonesia yang sangat beragam dengan berbagai khasiatnya.
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah berupaya untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah nasional.

Upaya tersebut mulai terlihat,  tercermin dari meningkatnya produksi dan ekspor serta turunnya impor komoditas lada.

Berdasarkan data Kementan, devisa yang dihasilkan dari ekspor lada pada tahun 2016 mencapai 431,14 juta dollar AS.

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi mengungkapkan produksi lada tahun 2016 mencapai 82.000 ton atau mengalami kenaikan dari tahun 2015 sebesar 81.000 ton.

Menurutnya, pengembangan rempah nasional akan dilakukan melalui beberapa upaya kegiatan dan bantuan. Salah satunya adalah dengan membuat zonasi sebaran tanaman rempah berdasarkan keunggulan masing-masing lokasi atau daerah.

"Lokasi kawasan sudah ditetapkan dengan Permentan dan dirancang dalam peta spasial," jelas Suwandi saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (29/9/2017).

Suwandi menyebutkan, saat ini terdapat lima provinsi penghasil komoditas lada yaitu Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung merupakan penghasil utama lada dengan kontribusinya terhadap produksi nasional mencapai  58,32 persen.

“Sementara Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan kontribusinya terhadap produksi nasional sebesar 41,68 persen,” jelasnya.

Ekspor lada pada periode Januari hingga Agustus 2017 mencapai 27.460 ton atau naik 16,57 persen dibanding pada periode yang sama di tahun 2016 yang sebanyak 23.056 ton.

Suwandi mengatakan, potensi pasar ekspor lada Indonesia ke luar negeri cukup besar. Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, India, Thailand, Spanyol, dan Jepang merupakan negara dengan impor lada yang tinggi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X