Kompas.com - 29/09/2017, 21:35 WIB
|
EditorAmir Sodikin

Visi Soekarno soal kedirgantaraan juga masih meninggalkan jejak nyata berupa Patung Dirgantara alias Patung Pancoran tadi. Peristiwa Gerakan 30 September pada 1965 mewarnai sejarah patung ini, berimbas pada pembuatan yang disebut tak tuntas.

Soekarno memerintahkan pembuatan Patung Dirgantara pada 1964. Sang pematung, Edhi Sunarso, sempat janjian dengan Soekarno pada 30 September 1965 di Istana Negara. Janji ketemu tak pernah berwujud meski Edhi sudah menanti selama berjam-jam.

Baca juga: Mengapa Pesawat Rancangan BJ Habibie R80 Gunakan Mesin Baling-baling?

Pada hari itu, Soekarno berada di luar kota dan sekembali ke Jakarta pun tak pulang ke Istana Negara. Belakangan Edhi baru tahu pada hari itu ada peristiwa penculikan dan pembunuhan Pahlawan Revolusi.

Tak ada kabar selama beberapa waktu, Soekarno tiba-tiba menagih hasil pembuatan patung kepada Edhi pada 1967. Jawaban yang muncul, patung itu sudah jadi tetapi Edhi terbelit utang karena pekerjaan tersebut dan tak ada lagi dana buat memasangnya.

Seperti antara lain ditulis Mohammad Hilmi Faiq dalam “Menggapai-gapai di Lintasan Sejarah” di harian Kompas edisi Minggu (22/3/2015),  biaya pemasangan patung ini akhirnya memakai uang hasil penjualan salah satu mobil pribadi Soekarno. Harga mobil tersebut, waktu itu Rp 1,25 juta. Kurs rupiah pada 1967 adalah Rp 250 per 1 dollar AS.

Sayangnya, Soekarno tak pernah melihat akhir dari pekerjaan Edhi, apalagi meresmikannya. Kekuasaan Soekarno rampung. Bahkan, saat Edhi masih bekerja di ketinggian merampungkan pemasangan patung ini, Soekarno mangkat pada 1970.

Lalu, apa hubungannya Patung Dirgantara—selain soal nama—dengan visi kedirgantaraan Indonesia? Apa pula kaitannya dengan proyek pesawat R80 yang dibesut PT RAI dan sosok Habibie? Simak pada Bagian II, III, dan IV tulisan berseri ini di hari berikutnya secara berturut-turut di Kompas.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.