Kompas.com - 29/09/2017, 21:35 WIB
|
EditorAmir Sodikin

PATUNG PANCORAN. Hari ini, bisa jadi tak banyak orang yang tahu bahwa nama asli patung ini adalah Patung Dirgantara. Fungsinya sebagai “gerbang” Bandara Halim Perdanakusuma pun sepertinya sudah tak lagi kelihatan.

Kaitan erat patung tersebut dengan visi besar Soekarno soal dunia kedirgantaraan Indonesia makin redup pula gaungnya.

Kini, peluang untuk menghidupkan lagi seluruh rerangkaian kisah dan asa kedirgantaraan Indonesia menyeruak lagi, yaitu lewat proyek pesawat R80 yang diinisiasi BJ Habibie.

Bagaimana ceritanya?

“Butuh waktu 30 tahun untuk melahirkan satu generasi dirgantara yang benar-benar bisa merancang dan membuat sendiri sebuah pesawat. Tak hanya membuat, tapi juga memiliki industri pesawat,” ujar Deputi Direktur Keuangan Urusan Pendanaan PT Regio Aviasi Industri (RAI) Desra Firza Ghazfan, saat berbincang dengan Kompas.com lewat saluran telepon, akhir Agustus 2017.

(Baca juga: Melihat Lebih Dekat Pesawat R80 Rancangan BJ Habibie)

Salah, kata Desra, bila sosok BJ Habibie dilekatkan dengan kepemimpinan Soeharto dan Orde Baru. Menurut dia, Habibie adalah salah satu saja dari angkatan pertama generasi dirgantara yang dikirimkan Soekarno ke berbagai negara untuk belajar membuat pesawat.

“Pengiriman pelajar-pelajar Indonesia ke luar negeri terkait teknologi dirgantara sudah dimulai pada 1950-an. Baru pada 1980-an, kita benar-benar bisa membuat sendiri pesawat terbang (dalam skala ekonomi),” ujar Desra.

Namun, perjalanan panjang mencetak generasi dirgantara yang bisa membuat sendiri pesawat terbang tersebut kandas sejalan dengan hantaman krisis moneter pada 1997-1998.

Pesawat N250 buatan BJ Habibie, di pabrik PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jumat (14/2/2014).KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Pesawat N250 buatan BJ Habibie, di pabrik PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jumat (14/2/2014).
Pesawat N-250 yang sudah jadi pun teronggok beku di hanggar PT Dirgantara Indonesia. Penerusnya pun, pesawat bermesin jet dan berbadan lebar N-2130, tinggal rencana di atas kertas.

Patung Dirgantara

Visi Soekarno soal kedirgantaraan juga masih meninggalkan jejak nyata berupa Patung Dirgantara alias Patung Pancoran tadi. Peristiwa Gerakan 30 September pada 1965 mewarnai sejarah patung ini, berimbas pada pembuatan yang disebut tak tuntas.

Soekarno memerintahkan pembuatan Patung Dirgantara pada 1964. Sang pematung, Edhi Sunarso, sempat janjian dengan Soekarno pada 30 September 1965 di Istana Negara. Janji ketemu tak pernah berwujud meski Edhi sudah menanti selama berjam-jam.

Baca juga: Mengapa Pesawat Rancangan BJ Habibie R80 Gunakan Mesin Baling-baling?

Pada hari itu, Soekarno berada di luar kota dan sekembali ke Jakarta pun tak pulang ke Istana Negara. Belakangan Edhi baru tahu pada hari itu ada peristiwa penculikan dan pembunuhan Pahlawan Revolusi.

Tak ada kabar selama beberapa waktu, Soekarno tiba-tiba menagih hasil pembuatan patung kepada Edhi pada 1967. Jawaban yang muncul, patung itu sudah jadi tetapi Edhi terbelit utang karena pekerjaan tersebut dan tak ada lagi dana buat memasangnya.

Edhi Sunarso (1932-2016), seniman patung.KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Edhi Sunarso (1932-2016), seniman patung.
Seperti antara lain ditulis Mohammad Hilmi Faiq dalam “Menggapai-gapai di Lintasan Sejarah” di harian Kompas edisi Minggu (22/3/2015),  biaya pemasangan patung ini akhirnya memakai uang hasil penjualan salah satu mobil pribadi Soekarno. Harga mobil tersebut, waktu itu Rp 1,25 juta. Kurs rupiah pada 1967 adalah Rp 250 per 1 dollar AS.

Sayangnya, Soekarno tak pernah melihat akhir dari pekerjaan Edhi, apalagi meresmikannya. Kekuasaan Soekarno rampung. Bahkan, saat Edhi masih bekerja di ketinggian merampungkan pemasangan patung ini, Soekarno mangkat pada 1970.

Lalu, apa hubungannya Patung Dirgantara—selain soal nama—dengan visi kedirgantaraan Indonesia? Apa pula kaitannya dengan proyek pesawat R80 yang dibesut PT RAI dan sosok Habibie? Simak pada Bagian II, III, dan IV tulisan berseri ini di hari berikutnya secara berturut-turut di Kompas.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pentingnya Layanan Identitas Digital yang Mumpuni dalam Ekosistem Keuangan

Pentingnya Layanan Identitas Digital yang Mumpuni dalam Ekosistem Keuangan

Whats New
Rekomendasi Rakornas Investasi: Tetap Pertahankan Hilirisasi

Rekomendasi Rakornas Investasi: Tetap Pertahankan Hilirisasi

Whats New
Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil Minta Sri Mulyani Tambah Dana DAK

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil Minta Sri Mulyani Tambah Dana DAK

Whats New
Balas Kekalahan di WTO, Jokowi Berencana Naikkan Pajak Ekspor Nikel

Balas Kekalahan di WTO, Jokowi Berencana Naikkan Pajak Ekspor Nikel

Whats New
Dongkrak Wisatawan di Labuan Bajo, Injourney Bakal Gelar Konser Malam Tahun Baru

Dongkrak Wisatawan di Labuan Bajo, Injourney Bakal Gelar Konser Malam Tahun Baru

Whats New
Rekrutmen Besar-besaran di 30 BUMN Siap Dibuka, Pantau Infonya

Rekrutmen Besar-besaran di 30 BUMN Siap Dibuka, Pantau Infonya

Work Smart
Sebut Kondisi Global Ruwet, Jokowi: Kepala Negara G20 Semuanya Pusing

Sebut Kondisi Global Ruwet, Jokowi: Kepala Negara G20 Semuanya Pusing

Whats New
Menperin Sebut Industri Manufaktur RI Tetap Ekspansif

Menperin Sebut Industri Manufaktur RI Tetap Ekspansif

Whats New
Harga Tiket TMII Tak Naik Usai Direnovasi, InJourney: Kita Ingin Jadikan Taman Terbuka

Harga Tiket TMII Tak Naik Usai Direnovasi, InJourney: Kita Ingin Jadikan Taman Terbuka

Whats New
Mulai Besok hingga 7 Desember, Buruh Demo Tolak Kenaikan UMP DKI

Mulai Besok hingga 7 Desember, Buruh Demo Tolak Kenaikan UMP DKI

Whats New
Tekan Biaya Dana, BTN Fokus Tingkatkan Margin Bunga Bersih

Tekan Biaya Dana, BTN Fokus Tingkatkan Margin Bunga Bersih

Whats New
Mandiri Sekuritas Perbarui Fitur di Aplikasi Sahamnya, Apa Saja?

Mandiri Sekuritas Perbarui Fitur di Aplikasi Sahamnya, Apa Saja?

Earn Smart
Tahun Depan, Rekrutmen CPNS Akan Kembali Dibuka

Tahun Depan, Rekrutmen CPNS Akan Kembali Dibuka

Work Smart
Beli Saham Bisa Dapat Voucher Diskon Makanan dan Minuman

Beli Saham Bisa Dapat Voucher Diskon Makanan dan Minuman

Earn Smart
Cukai Rokok Naik Lagi, Anggota Komisi IV Misbakhun Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Petani

Cukai Rokok Naik Lagi, Anggota Komisi IV Misbakhun Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Petani

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.