KILAS EKONOMI

BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Kominfo

Sektor Pertanian dan Citra Indonesia di Mata Dunia

Kompas.com - 30/09/2017, 13:20 WIB
|
EditorKurniasih Budi


KOMPAS.com – Pertanian merupakan roda penggerak ekonomi nasional. Selain bertujuan memenuhi hajat hidup masyarakat, sektor itu juga berguna untuk mendongrak citra Indonesia di mata dunia.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan II 2017, sektor pertanian terus memberi kontribusi positif untuk perekonomian Indonesia.

Menurut BPS, terlihat bahwa besaran produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai Rp 3.366,8 triliun.

Jika dilihat dari sisi produksi, pertanian merupakan sektor kedua paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, setelah industri pengolahan. Posisi sektor pertanian masih di atas sektor lainnya, seperti perdagangan maupun konstruksi.

Pekerja menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Selasa (26/9/2017). Proyek normalisasi bantaran Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri memasuki tahap pemasangan dinding turap untuk menguatkan bantaran agar tidak longsor sekaligus sebagai salah satu antisipasi banjir.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pekerja menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Selasa (26/9/2017). Proyek normalisasi bantaran Sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri memasuki tahap pemasangan dinding turap untuk menguatkan bantaran agar tidak longsor sekaligus sebagai salah satu antisipasi banjir.

Geliat sektor pertanian itu membuat ekonomi Indonesia pun kian kompetitif di dunia internasional.

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, pencapaian pertumbuhan ekonomi kali ini relatif baik. “Kita hanya di bawah China dengan pertumbuhan 6,9 persen. Dengan kondisi ketidakpastian ekonomi global dan penurunan harga komoditas, hasil Indonesia cukup bagus,” ucap Suhariyanto, di Jakarta, Senin (7/8/2017).

Baca: Kepala Bappenas: Daya Beli Tidak Turun, Hanya Perubahan Pola Konsumsi

Bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, sektor pertanian menjadi sektor yang memiliki pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 8,44 persen. Peningkatan ini diperoleh dari naiknya produksi sejumlah komoditas tanaman perkebunan seperti kopi dan tebu serta dari hortikultura.

Bergairahnya sektor pertanian menjadi angin segar bagi pemerintah untuk mendongrak kondisi ekonomi makro tanah air.

Dalam Forum Merdeka Barat 9, Jumat (8/9/2017), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah tengah berjuang untuk mengatasi kemiskinan dan angka pengangguran terbuka.

Berdasarkan data Kementerian PPN/ Bappenas per Maret 2017, tingkat pengangguran terbuka 5,4 persen dan ditargetkan turun pada 2018 menjadi 5,0-5,3 persen. Adapun angka kemiskinan per Maret 2017 adalah 10, 64 persen dan ditargetkan turun menjadi 10 persen tahun depan.

“Kesejahteraan terus meningkat namun masih ada persoalan bagi penduduk miskin. Negara berupaya mengeluarkan masyarakat dari kondisi kemiskinan ekstrem,” tegasnya.

Warga melakukan aktivitas dibantaran kali Jln. Jati Bunder, Kel. Kebon Melati, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat , Selasa (5/9/2017). Pemprov DKI Jakarta bersama dengan Pemerintah Pusat akan menata kawasan kumuh melalui pencanangan program 100-0-100 yang dicanangkan Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat dengan target Jakarta bebas dari kawasan kumuh pada tahun 2019. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Warga melakukan aktivitas dibantaran kali Jln. Jati Bunder, Kel. Kebon Melati, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat , Selasa (5/9/2017). Pemprov DKI Jakarta bersama dengan Pemerintah Pusat akan menata kawasan kumuh melalui pencanangan program 100-0-100 yang dicanangkan Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat dengan target Jakarta bebas dari kawasan kumuh pada tahun 2019.

Terkait geliat di sektor pertanian, kondisi itu tak lepas dari berbagai program pemerintah guna mewujudkan swasembada sejumlah komoditas pertanian strategi. Seperti diketahui, pemerintah telah mencanangkan visi Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada 2045.

"Untuk beras, bawang merah, dan cabai, Indonesia sudah tidak impor sejak tahun lalu. Untuk jagung, hingga saat ini kami belum keluarkan rekomendasi impor. Bahkan, bawang merah, kami balikkan keadaan dengan mengekspor ke Thailand dan direncanakan juga untuk beberapa negara Asia Tenggara," papar Menteri Pertanian Amran Sulaiman seusai mengadakan rapat Rembuk Nasional 2017, Selasa (22/8/2017) lalu.

Berdasarkan peta jalan lumbung pangan dunia, tahun ini Kementerian Pertanian menargetkan swasembada jagung, dilanjutkan tahun 2019 swasembada bawang putih dan gula konsumsi.

Tak berhenti di sana, pemerintah Indonesia juga terus berupaya mencapai swasembada untuk komoditas lainnya.

 
Sapi-sapi peserta Kontes Hewan Kurban yang digelar oleh Pemkab Purbalingga Selasa (1/8/2017). Sedikitnya 39 sapi, 76 kambing, dan 8 domba ikut berpartisipasi dalam kontes tersebut.KOMPAS.com/Iqbal Fahmi Sapi-sapi peserta Kontes Hewan Kurban yang digelar oleh Pemkab Purbalingga Selasa (1/8/2017). Sedikitnya 39 sapi, 76 kambing, dan 8 domba ikut berpartisipasi dalam kontes tersebut.

Pada 2020, komoditas yang ditargetkan mencapai swasembada adalah kedelai, tahun 2024 gula industri, tahun 2026 daging sapi, dan pada 2045 diharapkan Indonesia sudah menjadi lumbung pangan dunia.

Jadi rujukan

Suksesnya Indonesia melakukan swasembada pangan, khususnya beras, membuat negara-negara lain terpincut untuk belajar dari kesuksesan Indonesia tersebut.

Menurut Mentan Amran Sulaiman, paling tidak ada tiga negara yaitu Malaysia, Jerman, dan Taiwan, yang ingin mempelajari jurus jitu Indonesia dalam meningkatkan produksi padi secara cepat setelah dilanda el-nino dan la-nina.

"Mereka apresiasi Indonesia bisa swasembada beras dan kami terharu karena mereka ingin belajar dari Indonesia. Mereka bertanya kenapa Indonesia produksinya secepat itu," ujar Amran di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Senin (11/4/2017).

Amran pun membuka rahasia kesuksesan Indonesia dalam hal swasembada beras. Salah satu faktor tersebut karena besarnya peran penyuluh pertanian lapangan (PPL).  Sebab, PPL memberikan pembinaan dan informasi kepada para petani bagaimana cara meningkatkan produksi.

 
Ilustrasi: Hasil panen jagung di Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Gresik.KOMPAS.com/HAMZAH Ilustrasi: Hasil panen jagung di Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Gresik.

Selain itu, PPL juga memberikan informasi terkait teknologi pertanian terbaru dan cara menggunakannya. 

"Kami sampaikan yang bekerja adalah rakyat indonesia, mulai kepala desa, bupati dan PPL juga," katanya.


26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Biaya Admin BNI per Bulan Berdasarkan Jenis Tabungan

Rincian Biaya Admin BNI per Bulan Berdasarkan Jenis Tabungan

Whats New
Antisipasi Banjir di Tol BSD, Ini Solusi Pengelola

Antisipasi Banjir di Tol BSD, Ini Solusi Pengelola

Whats New
Ini 9 Provinsi dengan UMR Lebih dari Rp 3,5 Juta Tetap dapat BSU 2022

Ini 9 Provinsi dengan UMR Lebih dari Rp 3,5 Juta Tetap dapat BSU 2022

Whats New
BPH Migas dan Polda Sumsel Ungkap Kasus Penyelewangan 7 Ton BBM Berubsidi di Muara Enim

BPH Migas dan Polda Sumsel Ungkap Kasus Penyelewangan 7 Ton BBM Berubsidi di Muara Enim

Rilis
Bogasari Bantu 45 Sertifikasi Halal untuk UKM di Jakarta hingga Bali

Bogasari Bantu 45 Sertifikasi Halal untuk UKM di Jakarta hingga Bali

Whats New
BPJS Ketenagakerjaan Diminta Pertimbangkan Skema Perlindungan Penumpang Ojol

BPJS Ketenagakerjaan Diminta Pertimbangkan Skema Perlindungan Penumpang Ojol

Whats New
Pegadaian Raup Transaksi Rp 2 Miliar di KustomFest 2022

Pegadaian Raup Transaksi Rp 2 Miliar di KustomFest 2022

Rilis
DBS Perkirakan BI Akan Naikkan Suku Bunga hingga 5 Persen

DBS Perkirakan BI Akan Naikkan Suku Bunga hingga 5 Persen

Whats New
Gubernur BI Ingatkan Tantangan Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Merusak Lingkungan

Gubernur BI Ingatkan Tantangan Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Merusak Lingkungan

Whats New
Coca Cola Genjot Penerapan Ekonomi Sirkular, Ini yang Dilakukan

Coca Cola Genjot Penerapan Ekonomi Sirkular, Ini yang Dilakukan

Whats New
Ini Sederet Tantangan yang Bikin Milenial Susah Beli Rumah

Ini Sederet Tantangan yang Bikin Milenial Susah Beli Rumah

Spend Smart
Bio Farma Gandeng ProFactor Pharma Inggris Kembangkan Obat Hemofilia

Bio Farma Gandeng ProFactor Pharma Inggris Kembangkan Obat Hemofilia

Whats New
Rencana Kenaikan Cukai Rokok Tahun Depan Perlu Pertimbangkan Nasib Buruh Tani dan Pekerja SKT

Rencana Kenaikan Cukai Rokok Tahun Depan Perlu Pertimbangkan Nasib Buruh Tani dan Pekerja SKT

Whats New
Tol BSD Sering Banjir, Kementerian PUPR Akan Tinggikan Badan Jalan 2 Meter

Tol BSD Sering Banjir, Kementerian PUPR Akan Tinggikan Badan Jalan 2 Meter

Whats New
PT Pertamina Buka 20 Lowongan Kerja, Klik recruitment.pertamina.com

PT Pertamina Buka 20 Lowongan Kerja, Klik recruitment.pertamina.com

Whats New
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.