Gelar The Big Start Indonesia, Blibli.com Ingin UKM Indonesia Mendunia

Kompas.com - 02/10/2017, 19:10 WIB
Konferensi pers jelang Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championship 2017 dan Suhandinata Cup 2017, Kam is (28/09/2017). Tjahjo Sasongko/Kompas.comKonferensi pers jelang Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championship 2017 dan Suhandinata Cup 2017, Kam is (28/09/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM) dalam negeri, Blibli.com sedang menggelar ajang kompetisi bagi para UMKM yakni The Big Start Indonesia season 2.

Pada ajang kali ini Blibli.com telah mendapatkan 20 UMKM finalis setelah melalui tahapan penjaringan hingga seleksi dari 20.000 UMKM yang mendaftar program tersebut.

Para finalis akan melewati babak karantina di Jakarta mulai 5 sampai 19 Oktober 2017 dan akan dipilih tiga terbaik dengan hadiah total Rp 1 miliar.

CEO Blibli.com Kusumo Martanto mengatakan, melalui program tersebut, tidak hanya mendukung dan memasarkan UKM lokal tetapi juga memberikan peluang UKM dalam negeri bisa menjadi perusahaan global ditengah persaingan digital.

(Baca: The Big Start Indonesia dari Blibli.com Berhadiah Total Rp 1 Miliar)

"Tahun ini tahun kedua penyelenggaraan the big start indonesia, tahun lalu kami mampu menjaring 15.000 (UMKM) yang berkompetisi, tahun ini kami berhasil menjaring 20.000 (UMKM)," ujarnya saat konfrensi pers di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin (2/10/2017).

Adapun, The Big Start Indonesia season merupakan sebuah kompetisi yang diperuntukkan bagi para creativepreneur muda Indonesia yang memiliki skala usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan memberi kesempatan bagi mereka untuk bisa menunjukkan produk kreatif terbaiknya serta mempersiapkan diri menuju era digital khususnya e-commerce.

The Big Start pada 2017 telah melalui proses pencarian creativepreneur serta roadshow di beberapa kota besar seperti Yogyakarta, Bali, Bandung, dan Jakarta. Setelah melewati dua bulan pendaftaran, telah terjaring 20.000 creativepreneur yang siap berkompetisi.

Sedangkan tahapan penyeleksian pun diperketat hingga terlilih 20 finalis yang berhasil melewati babak kurasi dari para kurator yaitu Lisa Fitria selaku National General Secretary Indonesia Fashion Chamber, Stephen Lucas selaku co-founder Vojey dan tim kurasi dari Blibli.com.

Kusumo menegaskan, pihaknya sangat selektif dalam melakukan seleksi bagi para UMKM, dengan melalui beberapa tahapan seleksi seperti originalitas produk, keunikan produk, inovatif, kemudian kemampuan pangsa pasar untuk berkembang dan berpotensi besar usahanya.

"Satu keunikannya. Terus kemudian kita mesti lihat originality-nya. Kemudian kita lihat juga dari marketability-nya, jadi produknya bisa ada pasarnya nggak. Kita kalau namanya berbisnis harus cari konsumen. Kemudian kita lihat inovatif atau enggak. Kalau ada inovasinya, bahan yang sama bisa berbeda hasilnya," pungkasnya.

Program ini juga didukung BCA, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Ekonomi Kreatif, Bakti Budaya Djarum Foundation, Go-Jek Indonesia, Podomoro University, Lenovo, So Good Food, Google, Youtube, Facebook, Instagram.

Kompas TV Apa yang harus digenjot untuk menaikkan level UMKM Indonesia?


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X