CEO Blibli.com: Logistik Masih Menjadi Tantangan E-commerce

Kompas.com - 02/10/2017, 20:30 WIB
CEO Blibli.com Kusumo Martanto (kanan) mengantarkan barang pesanan langsung ke konsumen di daerah Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (8/7/2017). Blibli.com mengadakan aktifitas CEO on Delivery, dimana Chief Blibli.com dan seluruh Head Management akan mengantarkan barang pesanan langsung ke konsumen.
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGCEO Blibli.com Kusumo Martanto (kanan) mengantarkan barang pesanan langsung ke konsumen di daerah Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (8/7/2017). Blibli.com mengadakan aktifitas CEO on Delivery, dimana Chief Blibli.com dan seluruh Head Management akan mengantarkan barang pesanan langsung ke konsumen.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Chief Executive Officer (CEO) Blibli.com Kusumo Martanto mengungkapkan, masalah logistik measih menjadi tantangan bagi para pelaku e-commerce.

Menurutnya, tantangannya adalah satu sisi keinginan konsumen agar cepat mendapatkan barang pesanannya, pada sisi lain adalah faktor geografis Indonesia sebagai negara kepualan dan tingginya biaya logistik.

" Logistik menarik sekali, untuk di dalam kota atau kota besar kami juga kerja sama dengan yang lain contohnya dengan Gojek, jadi bisa pesan di kami, kirimnya pakai Gojek, sudah ada dipilihannya, biar cepat juga, karena mereka Gojek point to point, kalau perusahaan logistik mereka kumpulkan dulu baru kirim," ujar Kusumo di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin (2/10/2017).

Kusumo menegaskan, pembangunan berbagai sarana infrastruktur penunjang logistik oleh pemerintah sangat baik dilakukan dan akan menurunkan bisaya ongkos kirim barang.

(Baca: Jokowi: "E-commerce" Sebabkan Pergeseran Perdagangan)

"Cost of logistic itu yang masih mahal, infrastruktur dibangun ya bagus dengan infrastruktur maju cost akan turun," jelasnya.

Menurutnya, selain membangun infrastruktur, pemerataan pelaku Industri atau produsen di Indonesia juga perlu dilakukan, agar produsen berbagai produk tidak hanya terfokus di Pulau Jawa.

"Cost logistic akan turun bila produsen (industri) di Indonesia bukan hanya dari Pulau Jawa," ungkapnya.

Kusumo menegaskan, saat ini pelaku industri masih terpusat di Pulau Jawa dan menyebabkan ongkos logistik menjadi mahal, sebab, perusahaan harus mengirim berbagai barang ke pulau-pulau luar selain Pulau Jawa, kemudian kembali ke Pulau Jawa dengan tidak ada muatan atau kosong.

"Pulangnya kosong jadi mahal biayanya, kalau disemua pulau ada produsen banyak, berangkat kesana kirim barang kebutuhan, berangkat kesini bawa barang dari sana dan itu yang bisa murah," jelasnya.

"Cost logistic untuk bisnis di Indonesia itu paling besar dan paling mahal di negara ASEAN, itu yang bikin kami susah," pungkasnya.

(Baca: Jokowi Akui Biaya Logistik Indonesia Dua Kali Lebih Mahal dari Malaysia dan Singapura.)

Kompas TV Serangan virus komputer berjenis "ransomware" terbaru kembali menyerang jaringan logistik dunia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X