Soal PHK hingga Delay Parah Lion Air, Ini Berita Terpopuler Ekonomi

Kompas.com - 03/10/2017, 08:26 WIB
Pesawat Lion Air di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/7/2017). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAPesawat Lion Air di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/7/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) dituding menjadi pemicu banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di industri telekomunikasi.

Hal ini menjadi berita terpopuler di kanal Ekonomi Kompas.com pada awal pekan kemarin, Senin (2/10/2017).

Selain isu PHK, berita terpopuler pada hari kemarin adalah kisah seputar delay parah maskapai Lion Air. Maskapai tersebut beralasan tertundanya penerbangan disebabkan karena lalu lintas pesawat yang cukup padat serta alasan operasional lainnya.

Berikut lima berita terpopuler Kompas.com kemarin:

1. Industri Telekomunikasi Dilanda PHK?

Isu pemutusan hubungan kerja ( PHK) massal berhembus kencang di lingkungan penyedia layanan telekomunikasi.

Mengutip Kontan, Senin (2/10/2017), PHK terjadi di Indosat dan XL. Salah satu alasannya adalah banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang membanjiri lingkungan pekerjaan di dalamnya.

2. Penerbangan "Delay" Parah di Bandara Soekarno-Hatta, Ini Alasan Lion Air

Pihak Maskapai Lion Air menanggapi perihal keterlambatan penerbangan yang cukup signifikan.

Keterlambatan penerbangan itu terjadi di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Senin (2/10/2017) dini hari.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.