Trump Ingin Pangkas Defisit Perdagangan dengan Thailand

Kompas.com - 04/10/2017, 13:54 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara di Springfield, Missouri, pada 30 Agustus 2017. (Foto:Dokumentasi) AFPPresiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara di Springfield, Missouri, pada 30 Agustus 2017. (Foto:Dokumentasi)
|
EditorAprillia Ika

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump menyatakan keinginannya untuk menurunkan defisit perdagangan antara AS dengan Thailand. Hal ini diungkapkan Trump kepada Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha di Gedung Putih.

Trump memang berkomitmen untuk memperbaiki hubungan perdagangan antara AS dengan beragam negara sejak menjabat presiden pada Januari 2017 lalu. Ia pun dalam kesempatan itu menyoroti hubungan perdagangan AS dengan Thailand.

"Hubungan kita di bidang perdagangan menjadi lebih penting dan (Thailand) merupakan negara yang sangat bagus untuk dapat bermitra dagang. Saya pikir kami akan mencoba menjual lebih banyak kepada Anda, jika memungkinkan," ujar Trump seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/10/2017).

(Baca: Bicarakan Perdagangan dan Korut, Trump Segera Kunjungi Asia)

Data pemerintah AS menunjukkan, defisit perdagangan antara AS dengan Thailand pada tahun 2016 lalu mencapai 18,9 miliar dollar AS. Angka ini adalah yang tertinggi ke-11 bagi AS.

Pertemuan antara Trump dengan Chan-ocha dipandang menjadi tanda perbaikan hubungan antara AS dan Thailand. Sebelumnya, hubungan kedua negara sempat terpengaruh ketika militer Thailand mengambil alih kekuasaan dalam kudeta tahun 2014 silam.

Sejumlah kelompok pembela hak asasi manusia sangat menentang pertemuan antara Trump dengan Chan-ocha. Mereka memandang pertemuan itu sebagai 'hadiah' bagi pemimpin otoritarian yang menyandera kebebasan demokrasi.

Adapun Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai menyatakan pertemuan kedua kepala negara tersebut merupakan pertemuan yang spesial.

"Ini menunjukkan perhatian khusus bagi perdana menteri Thailand," jelas Pramudwinai.

Kompas TV Perseteruan ini dipicu masalah persaingan senjata nuklir.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.