Beli Emas Antam Dikenai Pajak PPh 22, Ini Penjelasan Ditjen Pajak

Kompas.com - 04/10/2017, 17:19 WIB
Ilustrasi emas batangan SHUTTERSTOCKIlustrasi emas batangan
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak angkat bicara terkait pengenaan pajak penghasilan (PPh) 22 untuk pembelian emas batangan.

Hal itu menyusul pengumuman seluruh cabang Antam Logam Mulia bahwa emas batangan akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sejak 2 Oktober 2017 lalu.

"Itu ketentuan yang sudah berjalan lama," ujar Hestu kepada Kompas.com, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Menurut dia, aturan itu diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan Nomer 34/PMK.010/2017 tentang Pungutan Pajak Penghasilan 22 yang ditetapkan pada 1 Mei 2017 lalu oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menelisik lebih jauh, ketentuan serupa juga sudah ada sejak 2015 lalu. Dasar penerapannya yaitu Peraturan Menteri Keuangan 107/PMK.010/2015 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Sehubungan dengan Pembayaran Atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain.

(Baca: Kini Beli Emas Antam Dikenai Pajak)

Menurut Hestu, aturan itu menyatakan bahwa setiap pembelian emas batangan, akan dipungut PPh Pasal 22 oleh badan usaha penjualnya. Namun ada tarif yang berbeda di dalam pelaksanaanya.

"Besarnya 0,45 persen untuk pembeli yang punya NPWP, dan 0,9 persen untuk Pembeli yang tidak punya NPWP. Bagi pembeli yang punya NPWP, PPh Pasal 22 tersebut dapat dikreditkan dalam SPT Tahunannya," kata Hestu.

Hestu memastikan, pengumuman penerapan PPh 22 untuk emas batangan baru disampaikan PT Antam, namun penerapan kebijakan tersebut sesudah diterapkan oleh PT Antam sebelum 2 Oktober 2017.

(Baca: Reksa Dana atau Emas, Mana yang Lebih Baik bagi Investor Pemula?)

Kompas TV Perluas Portofolio, Bukalapak Jualan Emas via Aplikasi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X