Petani Malas Tanam, Sebabkan Rempah-rempah Indonesia Tidak Berjaya

Kompas.com - 04/10/2017, 21:30 WIB
Menteri Pertanian Memberikan bibit rempah-rempah Kepada petani di Ambon, Maluku (4/9/2017) KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIMenteri Pertanian Memberikan bibit rempah-rempah Kepada petani di Ambon, Maluku (4/9/2017)
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

AMBON, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan permasalahan pertanian rempah-rempah di Indonesia karena petaninya malas untuk bercocok tanam. Sehingga, hal tersebut yang membuat rempah-rempah dari Indonesia tidak berjaya.

Hal itu disampaikan Amran saat Rapat Koordinasi mengembalikan kejayaan rempaah-rempah di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (4/10/2017).

"Di Indonesia sini, di Maluku banyak musim hujannya. Beda dengan negara lain, tapi kenapa mereka lebih berhasil dari kita. Karena mereka lebih rajin, kita lebih malas. Warga Maluku kalau musim jangan hanya di balik sarung, kerja untuk menghasilkan rempah," ujar dia.

Amran mencontohkan petani asal Taiwan yang berhasil dan mempunyai pendapatan Rp 3 miliar per bulan. Pendapatan tersebut, terang Amran, diraih petani asal Taiwan berkat kerajinannya untuk bercocok tanam.

(Baca: Kembalikan Kejayaan Rempah-rempah di Maluku, Kementan Siapkan Rp 200 Miliar)

"Aku iri dengan negara lain. Kami datang bertemu seorang namanya Mr. Lee yang pendapatannya Rp 3 miliar per bulan. Padahal di sana (Taiwan) hanya musim hujan 6 bulan, tetapi berhasil," terang dia.

Maka dari itu, Amran mengajak seluruh petani untuk selalu giat untuk bercocok tanam. Sebab, menurut dia, jika petani malas bercocok tanam, maka Indonesia kembali tidak menjadi lumbung rempah-rempah Indonesia.

"Gaungkan ke seluruh (petani) indonesia kerja-kerja. Tidak akan berubah nasib kalau tidak kerja," pungkas dia.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, saat produksi rempah-rempah Kepulauan Maluku terdapat di Pulu Buru dengan perkebunan cengkeh seluas 1.109 hektar yang menghasilkan 448 ton per tahun.

Kemudian, Pulau Buru Selatan dengan lahan perkebunan cengkeh seluas 5.483 hektar dengan hasil 2.096 ton per tahun.

Selanjutnya, Maluku Tengah seluas 18.609 hektar yang menghasilkan 9.758 ton, sedangkan lahan perkebunan pala seluas 11.148 hektare dengan hasil pertanianya mencapai 1.996 ton per tahun.

Sementara, di Kabupaten Seram bagian barat lahan perkebunan cengkeh seluas 6.986 hektar dengan hasilnya 3.298 ton per tahun. Terakhir di Seram Bagian Timur seluas 8.354 hektar kebun pala dengan hasil produksi 737 ton per tahun.

Kompas TV Sekolah Beri Pengetahuan Soal Rempah dan Jamu Tradisional



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waskita Jual 30 Persen Saham Tol Medan-Tebing Tinggi ke Investor Asing

Waskita Jual 30 Persen Saham Tol Medan-Tebing Tinggi ke Investor Asing

Whats New
IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Merosot 20 Dollar AS, Harga Emas Turun ke Level Terendah 11 Bulan

Merosot 20 Dollar AS, Harga Emas Turun ke Level Terendah 11 Bulan

Whats New
Sri Mulyani Sebut Tingkat Konsumsi 30 Persen Penduduk Termiskin RI Sudah Berangsur Pulih

Sri Mulyani Sebut Tingkat Konsumsi 30 Persen Penduduk Termiskin RI Sudah Berangsur Pulih

Whats New
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Whats New
Mau Bisnis Makanan? Simak Dulu 7 Tips Ini

Mau Bisnis Makanan? Simak Dulu 7 Tips Ini

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2021 |  Kekayaan Elon Musk Hilang Rp 378 Triliun

[POPULER MONEY] Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2021 | Kekayaan Elon Musk Hilang Rp 378 Triliun

Whats New
Di Depan Ratu Belanda, Sri Mulyani Paparkan Masalah Kesenjangan Akses Keuangan Perempuan RI

Di Depan Ratu Belanda, Sri Mulyani Paparkan Masalah Kesenjangan Akses Keuangan Perempuan RI

Whats New
Contoh Daftar Riwayat Hidup dengan Format yang Baik dan Benar

Contoh Daftar Riwayat Hidup dengan Format yang Baik dan Benar

Work Smart
Amankan Pasokan Bawang Merah Saat Lebaran, Sang Hyang Seri Gandeng PT Alami Orion Agrotama

Amankan Pasokan Bawang Merah Saat Lebaran, Sang Hyang Seri Gandeng PT Alami Orion Agrotama

Whats New
Simulasi KPR di 4 Bank BUMN, Mudah dan Akurat

Simulasi KPR di 4 Bank BUMN, Mudah dan Akurat

Spend Smart
Bisnis Resto Terempas, Virtual Dining Concept Sebuah Solusi?

Bisnis Resto Terempas, Virtual Dining Concept Sebuah Solusi?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Tips Membeli Rumah Pertama | Aspek Penting Membangun Tangga di Hunian Kecil | Mengenali Tanda Serangan Rayap di Rumah

[KURASI KOMPASIANA] Tips Membeli Rumah Pertama | Aspek Penting Membangun Tangga di Hunian Kecil | Mengenali Tanda Serangan Rayap di Rumah

Rilis
Ekonom: Kalau Enggak Mau Kebanjiran Impor, Jangan Ikut Kerja Sama Dagang!

Ekonom: Kalau Enggak Mau Kebanjiran Impor, Jangan Ikut Kerja Sama Dagang!

Whats New
Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X