Jelang Tahun Politik, Inflasi Bakal Tetap Terjaga

Kompas.com - 05/10/2017, 15:08 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada tahun 2019 mendatang bakal diselenggarakan pemilihan presiden, sebelumnya pada tahun 2018 bakal dihelat pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak.

Namun begitu, menjelang tahun politik, inflasi indeks harga konsumen (IHK) diperkirakan bakal tetap terjaga.

Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Damhuri Nasution menyebut, inflasi yang stabil menjelang tahun politik didorong oleh keputusan pemerintah untuk tidak melakukan penyesuaian harga. Tanpa kenaikan harga, tentunya inflasi akan terjaga.

"Tahun depan itu sudah mendekati tahun politik, saya pikir tidak akan ada naik-naikkan harga, bisa repot urusannya. Jadi inflasi lebih terjaga," kata Damhuri dalam Economic and Banking Outlook, Kamis (5/10/2017).

(Baca: September 2017, Inflasi DKI Jakarta Terkendali)

Damhuri mencontohkan, ada sejumlah komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) yang diputuskan untuk tidak dinaikkan sesuai rencana. Salah satu komponen tersebut adalah tarif listrik 450 VA.

Sebelumnya, kenaikan tarif listrik golongan 450 VA direncanakan dinaikkan secara bertahap pada bulan Juli, September, dan November 2017. Akan tetapi, guna menjaga daya beli masyarakat, rencana tersebut diurungkan.

Dengan berbagai kemungkinan tersebut, Damhuri memperkirakan inflasi IHK pada tahun 2018 akan terjaga antara 2,5 sampai 3,5 persen. Adapun untuk tahun 2017 ini, inflasi diperkirakan berkisar antara 3,5 sampai 4 persen.

"Faktor eksternal masih kondusif, sementara dari domestik pemerintah akan berupaya menjaga inflasi menjelang Pemilu," ungkap Damhuri.

Ia menyebut, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018, tidak ada rencana pemerintah menaikkan harga komponen administered prices pada tahun 2019.

Selain itu, dampak kenaikan administered prices yang dilakukan pemerintah pada Januari, Maret, dan Mei 2017 akan hilang pada Februari, April, dan Juni 2018.

Kompas TV Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, menyumbang kenaikan inflasi terbesar di bulan September.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

Whats New
Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Whats New
Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Whats New
Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Whats New
Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Whats New
Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Whats New
INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

Whats New
Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Work Smart
Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan 'Hijau', Ini Alasannya

Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan "Hijau", Ini Alasannya

Whats New
Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Whats New
BERITA FOTO: Pandemi Mereda, 'Angin Segar' Bisnis Kuliner

BERITA FOTO: Pandemi Mereda, "Angin Segar" Bisnis Kuliner

Whats New
Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Whats New
Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Whats New
Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

BrandzView
MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.